Pertamina bersihkan ceceran minyak mentah di Pulau Pari

Pertamina bersihkan ceceran minyak mentah di Pulau Pari

Petugas dari Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) membantu pembersihan pantai oleh Sudin Lingkungan Hidup Pemkab Kepulauan Seribu bersama masyarakat Pulau Pari sebagai respons adanya ceceran minyak mentah yang muncul di Pulau Pari Kepulauan Seribu, Jakarta. ANTARA/HO-PHE

Kami pastikan mengerahkan seluruh anak perusahaan yaitu PHE OSES dan PHE ONWJ melakukan pengecekan di lapangan,
Jakarta (ANTARA) - Merespons ceceran minyak mentah yang muncul di Pulau Pari Kepulauan Seribu, Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), membantu pembersihan pantai yang dilakukan oleh Sudin Lingkungan Hidup Pemkab Kep. Seribu bersama masyarakat Pulau Pari, dengan berkoordinasi dengan KSOP Kepulauan Kepulauan Seribu.

VP Relations PHE Ifki Sukarya dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu menyampaikan, berdasarkan catatan operasional PHE OSES & PHE ONWJ telah melakukan pengecekan di lapangan.

“Saat ini kami belum mengetahui darimana ceceran minyak tersebut berasal. Kami pastikan mengerahkan seluruh anak perusahaan yaitu PHE OSES dan PHE ONWJ melakukan pengecekan di lapangan,” katanya.

Selain mengecek langsung, tim lapangan juga berdasarkan permintaan Sudin LH Kab. Kepulauan Seribu telah mengambil sampel ceceran untuk kemudian dilakukan finger print test untuk mengecek asal ceceran minyak.

Adapun kegiatan Pembersihan terbagi dalam tiga wilayah baik bagian tengah, barat dan timur serta diperkirakan akan selesai sekitar 3 hari dengan melakukan penyisiran Pulau Pari dan Pulau Lancang. Peran serta PHE OSES dalam pengecekan dan pembersihan pantai dari ceceran minyak sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Yang utama, kami bantu melakukan pembersihan terlebih dahulu agar pantai kembali bersih.

Adanya dugaan masyarakat bahwa ceceran berasal dari Sumur YYA-1 yang tahun lalu pernah bocor. Dipastikan bahwa sampai saat ini sumur YYA-1 dalam kondisi aman.

"Sumur YYA -1 sudah ditutup sejak September 2019, dan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menutup Status Darurat Penanggulangan Tumpahan Minyak Anjungan YYA -1 PHE ONWJ Juli 2020, sehingga kami pastikan sudah aman," kata Ifki.

Ifki juga menyebut perairan Karawang yang sempat tercemar limbah minyak, juga sudah pulih sejak September 2019.


Baca juga: Ditelusuri, penyebab limbah minyak di Pulau Pari

Baca juga: Tumpahan minyak mentah penuhi pesisir pantai Pulau Pari

Baca juga: Pertamina EP tandatangani "protap" antisipasi tumpahan minyak

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Transaksi SPBU secara nontunai di Malang Raya meningkat drastis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar