PGN perketat protokol kesehatan tekan penyebaran COVID-19

PGN perketat protokol kesehatan tekan penyebaran COVID-19

Petugas PGN memantau salah satu industri yang menggunakan saluran pipa gas. (PGN)

Titik-titik penjemputan berada di Tangerang, Depok, Bogor, dan Bekasi. Shuttle juga standby untuk mengantar pekerja pulang dari kantor
Jakarta (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memperketat protokol kesehatan dalam menekan penyebaran COVID-19 di lingkungan kerja dan mitra kerja.

Sejumlah upaya telah dilakukan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi COVID-19. Namun, PGN juga konsisten berupaya menekan penyebaran COVID-19 di lingkungan kerja maupun mitra kerja.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama dalam informasi tertulis di Jakarta, Rabu, mengungkapkan bahwa sekitar 3.200 pekerja PGN Group kembali beraktivitas di kantor sesuai arahan Kementerian BUMN untuk menerapkan skenario new normal sejak Juni lalu.

Pada pelaksanaan new normal dilaksanakan WFO fleksibel maksimal 50 persen pekerja. Sampai saat ini, WFO fleksibel juga masih diterapkan, karena situasi yang belum kondusif.

“Sesuai arahan Pertamina, melaksanakan WFO dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan ketat. Pekerja masuk kantor dengan syarat utamanya adalah dalam kondisi sehat atau fit dan tidak memakai transportasi umum massal. Pemeriksaan temperatur juga wajib dilakukan sebelum memasuki area kerja,” lanjut Rachmat.

Lebih lanjut, Rachmat menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan moda transportasi berupa bis dan mobil sebagai pengganti transportasi pekerja yang biasanya memakai transportasi publik. Pemberangkatan setiap pagi dibagi menjadi dua yaitu jam 06.00 WIB dan 11.00 WIB.

“Titik-titik penjemputan berada di Tangerang, Depok, Bogor, dan Bekasi. Shuttle juga standby untuk mengantar pekerja pulang dari kantor,” kata Rachmat.

Rachmat menjelaskan, perusahaan secara berkala membersikan area kantor dan membatasi penggunaan perangkat kantor. Di samping itu, sistem presensi saat ini menggunakan aplikasi dari ponsel pribadi dan mewajibkan pekerja membawa peralatan ibadah sendiri.

Pekerja yang memiliki riwayat komorbid, berusia lebih dari 50 tahun atau ibu menyusui, masih tetap diwajibkan untuk WFH penuh.

“Untuk penerapan protokol kesehatan, perusahaan memberikan dukungan untuk pekerja WFO, antara lain pemberian jarak pada meja kerja, menyediakan masker dan hand sanitizer, mengutamakan rapat dan kegiatan yang melibatkan peserta lebih dari 10 orang secara online,” jelas Rachmat.

Guna menunjang kesehatan dan pencegahan penyebaran COVID-19 untuk pekerja WFO, perusahaan menyediakan ADP, steriliriasi dan disinfeksi tempat kerja secara berkala, penyediaan fasilitas dan tenaga medis, penyelenggaraan rapid test, serta penyediaan vitamin dan suplemen untuk menunjang imunitas pekerja sesuai rekomendasi dokter.

Selain itu, sebagai salah satu bukti kepedulian PGN terhadap mitra yang menggunakan BBG, PGN Group melakukan penyemprotan disinfektan, membagikan masker dan hand sanitizer pada pengemudi bajaj.

Melalui PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), PGN menerapkan sistem pembayaran non tunai untuk transaksi GasKu di seluruh SPBG dan MRU.

“Untuk penerapan sistem pembayaran non tunai ini, Gagas bekerja sama dengan Bank Mandiri melalui e-money dan debit mandiri. Selain itu, terdapat opsi pembayaran non tunai lain menggunakan LinkAja,” kata Rachmat.

Baca juga: PGN-UMKM sinergi bangun ekonomi berkelanjutan

Baca juga: PGN konsisten pasok kebutuhan gas sektor industri

Baca juga: Arcandra kian optimis prospek bisnis PGN, berkaca pada Dominion Energy

Baca juga: PGN lanjutkan kesepakatan tahap keempat Kepmen ESDM

 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

PGN siap dukung pemerintah turunkan harga gas industri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar