Cegah banjir lagi, Kementerian PUPR bangun tanggul di Luwu Utara

Cegah banjir lagi, Kementerian PUPR bangun tanggul di Luwu Utara

Pembangunan tanggul sementara oleh Kementerian PUPR dalam rangka mencegah terulangnya banjir bandang di Luwu Utara. ANTARA/HO-Kementerian PUPR

penanganan permanen nantinya dilakukan normalisasi sungai dengan pengerukan, perbaikan alur sungai dan pembuatan tanggul sungai
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR membangun tanggul sementara dalam rangka mencegah terulangnya banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Sebagai langkah cepat penanganan darurat, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah menginstruksikan agar lumpur pasir yang dibersihkan dari permukiman dikumpulkan dan dimasukkan ke gerobak untuk dimanfaatkan menjadi tanggul sementara di bantaran tiga sungai (Rongkong, Radda dan Masamba) agar tidak terjadi luapan material dari sungai-sungai tersebut saat terjadi hujan di hulu.

"Untuk penanganan permanen nantinya dilakukan normalisasi sungai dengan pengerukan, perbaikan alur sungai dan pembuatan tanggul sungai dengan struktur permanen," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kementerian PUPR terus membantu penanganan darurat banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan selama masa penetapan tanggap darurat oleh pemerintah daerah 14 Juli-12 Agustus 2020 hingga pascabencana.

Bencana banjir bandang terjadi pada Senin (13/7) lalu, disebabkan oleh luapan air Sungai Masamba, Sungai Radda (anak Sungai Masamba), dan Sungai Rongkong akibat curah hujan yang sangat tinggi di hulu sungai.

Selama masa tanggap darurat Kementerian PUPR masih mengoperasikan 30 unit excavator, empat unit dozer, 29 unit dump truck, dan 22 unit pompa air alkon ke enam kecamatan terdampak yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Malangke Barat, dan Malangke serta di Desa Radda yang kondisinya paling parah akibat banjir bandang.

Saat ini Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang tengah mengerjakan normalisasi pada Sungai Masamba, Sungai Radda (anak Sungai Masamba), dan Sungai Rongkong. Pekerjaan normalisasi Sungai Radda telah dimulai sejak 25 Juli 2020 dengan total panjang sungai yang telah ditangani hingga 11 Agustus 2020 sepanjang 1.021 meter (m).

Menurut Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Adenan Rasyid, pekerjaan di Sungai Radda juga diikuti pembuatan geotextile/tanggul di kiri aliran sungai dengan struktur permanen yang telah dimulai sejak 30 Juli 2020.

Untuk di Sungai Masamba, pekerjaan tanggul sungai sementara sudah dikerjakan sepanjang 2.577 m dan juga dilakukan pembuatan tanggul pada kanan aliran sungai dengan struktur permanen yang sudah terpasang.

Selanjutnya untuk pekerjaan tanggul sementara di Sungai Rongkong telah dilaksanakan sepanjang 1.235 meter sejak 3 Agustus 2020 lalu.

Dalam penanganan darurat, Kementerian PUPR juga didukung oleh PT Brantas Abipraya dan PT Hutama Karya yang kebetulan sedang menangani pembangunan daerah irigasi Baliase di dekat lokasi bencana sehingga memudahkan dalam memobilisasi alat berat dan personel.

Baca juga: PT PP kerahkan alat berat buka jalan akibat banjir di Luwu Utara
Baca juga: Presiden kirim bantuan untuk korban banjir Luwu Utara
Baca juga: Bantuan kemanusiaan dibawa Mentan bagi korban banjir di Sulsel

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BMKG : Fenomena La Nina sebabkan curah hujan lebih tinggi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar