Kementerian PUPR dorong hunian vertikal untuk generasi milenial

Kementerian PUPR dorong hunian vertikal untuk generasi milenial

Ilustrasi - Pengawasan pembangunan rumah susun. ANTARA/HO-Kementerian PUPR/am.

Pembangunan hunian vertikal menjadi pilihan bagi generasi milenial jika ingin tinggal dan bekerja di kawasan perkotaan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong hunian vertikal menjadi perumahan bagi generasi milenial mengingat semakin terbatasnya lahan untuk kawasan residensial di perkotaan Tanah Air.

Plt Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti dalam rilis di Jakarta, Jumat, menyatakan pihaknya akan terus mendorong pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan sehingga para milenial dapat memiliki hunian yang nyaman dan harga terjangkau dengan berbagai fasilitas pembiayaan pemerintah.

"Saat ini, lahan di kawasan perkotaan untuk lokasi perumahan tapak semakin terbatas. Maka pembangunan hunian vertikal menjadi pilihan bagi generasi milenial jika ingin tinggal dan bekerja di kawasan perkotaan," ujarnya.

Baca juga: Meski pandemi, hunian berkonsep TOD tetap berprospek cerah

Menurut Anita, pembangunan hunian vertikal seperti rumah susun dan apartemen akan mendorong penggunaan tanah yang lebih efektif dan jumlah unit hunian yang cukup banyak.

Selain itu, ujar dia, dengan tinggal di hunian vertikal kawasan perkotaan, generasi milenial dapat lebih mudah menjangkau kawasan perkantoran yang menjadi lokasi kerjanya.

"Tentunya, hal itu juga harus disesuaikan dengan penghasilannya. Jika memang penghasilannya belum mencukupi untuk memiliki unit hunian tersebut para generasi juga dapat memanfaatkan kredit pemilikan rumah (KPR) dari perbankan," ujarnya.

Anita menerangkan selain mendorong sejumlah kawasan berbasis transportasi (transit oriented development/TOD) yang menyatukan antara kawasan hunian dengan moda transportasi, pemerintah juga mendorong perbankan untuk bisa mempermudah penyaluran KPR untuk milenial.

Dengan demikian, lanjutnya, generasi milenial akan lebih tertarik untuk menyisihkan penghasilannya untuk membeli aset seperti rumah.

"Generasi milenial juga harus memikirkan aset rumah sebagai tempat tinggalnya di masa mendatang," terangnya.

Sementara itu, Direktur BTN Hirwandi Gafar menerangkan Bank BTN siap membantu generasi milenial untuk memiliki rumah yang layak huni baik rumah tapak maupun rumah susun.

Ia juga menyatakan BTN telah menyalurkan KPR untuk ratusan ribu rumah di Indonesia serta merupakan bank yang fokus dalam program perumahan di Indonesia.

Baca juga: Konsultan properti: Ini waktu tepat beli apartemen
Baca juga: Kementerian PUPR: 1.823 hunian di Bogor bakal dibedah rumah

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemen PUPR masih godok skema hunian khusus milenial

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar