Saham Australia bukukan kenaikan mingguan terbesar sejak awal Juli

Saham Australia bukukan kenaikan mingguan terbesar sejak awal Juli

Ilustrasi - Pasar saham, bursa efek dengan panah merah naik serta bendera Australia. ANTARA/Shutterstock/pri.

Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia naik pada Jumat, mencatat kenaikan mingguan terbesar mereka sejak awal Juli ketika gubernur bank sentral negara itu menyerukan lebih banyak stimulus fiskal untuk menghidupkan kembali ekonomi yang menghadapi resesi terdalam sejak satu abad terakhir.

Saham-saham emas dan teknologi mendorong indeks S&P/ASX 200 terangkat 0,6 persen lebih tinggi menjadi 6.126,20 poin pada penutupan perdagangan Jumat. Indeks naik dua persen minggu ini, kinerja terbaiknya dalam enam pekan terakhir.

Gubernur bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia/RBA, Philip Lowe pada Jumat, meminta pemerintah melakukan lebih banyak tindakan fiskal untuk membantu menciptakan lapangan kerja.

Lowe mengatakan bahwa penyesuaian lebih lanjut terhadap kebijakan moneter tidak mungkin membantu saat ini, setelah memangkas suku bunga bank sentral ke rekor terendah pada pertengahan Maret, tetapi bank terbuka untuk melakukan hal itu dalam waktu dekat.

"Poin penting di sini adalah bahwa bank sentral terbuka untuk penyesuaian dan proaktif tentang langkah-langkah menuju pemulihan ekonomi," kata Kyle Rodda, analis pasar di IG Australia.

Di antara sektor-sektor, saham emas naik 1,5 persen didukung oleh harga emas yang lebih tinggi, dengan Bellevue Gold dan Evolution Mining masing-masing melonjak 5,0 persen dan 6,5 persen.

Sub indeks saham teknologi melonjak lebih dari 4,0 persen, menyusul keunggulan semalam yang kuat dari Apple Inc, yang mendekati nilai pasar dua triliun dolar AS.

National Australia Bank Ltd, sementara itu, berakhir satu persen lebih tinggi meskipun melaporkan laba tunai kuartalan yang lebih rendah dan provisi kerugian pinjaman yang lebih tinggi.

Ke depan, investor akan mengawasi peninjauan kesepakatan perdagangan Fase 1 antara Amerika Serikat dan China pada Sabtu (15/8/2020), dan laporan laba dari kelas berat indeks seperti BHP Group dan Westpac Banking Corp, minggu depan.

Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru berakhir 0,4 persen lebih rendah pada 11.452,10 poin, tertekan oleh kerugian di saham-saham industri dan perawatan kesehatan. Indeks turun 1,7 persen untuk minggu ini, menandai minggu terburuk dalam sembilan minggu.

Baca juga: Saham Australia ditutup jatuh, terseret saham komunikasi dan utilitas
Baca juga: Saham Aussie dibuka menguat, terkerek saham perbankan dan sumber daya
Baca juga: Bursa Australia berakhir lebih tinggi terangkat saham bank-bank besar

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar