Wall Street beragam, indeks Dow Jones naik 0,12 persen

Wall Street beragam, indeks Dow Jones naik 0,12 persen

Seorang pria menggunakan masker berjalan di depan Gedung Wall Street, New York, AS, saat wabah virus corona (13/3/2020). ANTARA/Reutres/Lucas Jackson/aa.

Indeks S&P 500 turun 0,58 poin atau 0,02 persen menjadi berakhir 3.372,85
New York (ANTARA) - Indeks utama Wall Street beragam pada akhir perdagangan Jumat (Kamis pagi WIB), setelah data menunjukkan penjualan ritel AS pada Juli meningkat lebih lemah dari yang diharapkan dan dapat melambat lebih lanjut karena meningkatnya kasus COVID-19 dan pengurangan tunjangan pengangguran.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 34,30 poin atau 0,12 persen menjadi ditutup pada 27.931,02 poin. Indeks S&P 500 turun 0,58 poin atau 0,02 persen menjadi berakhir 3.372,85. Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 23,20 poin atau 0,21 persen menjadi 11.019,30 poin.

Baca juga: Wall Street dibuka merosot, data penjualan ritel AS di bawah harapan

Dikutip dari Xinhua, enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan utilitas turun 0,91 persen, memimpin kerugian sektoral. Sementara itu, sektor energi menguat 0,94 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Untuk minggu ini, indeks S&P 500 naik 0,6 persen, Dow bertambah 1,8 persen dan Nasdaq menguat 0,1 persen.

Penjualan ritel AS naik 1,2 persen bulan lalu setelah naik 8,4 persen pada Juni, Departemen Perdagangan melaporkan pada Jumat (14/8/2020). Para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan kenaikan 2,0 persen.

Rebound dalam penjualan ritel AS melambat lebih besar daripada yang diharapkan pada Juli, menunjukkan lonjakan infeksi baru COVID-19 mengancam pemulihan ekonomi, kata para ahli.

Secara terpisah, data lain menunjukkan bahwa output pabrik-pabrik AS meningkat lebih besar dari yang diperkirakan pada Juli, tetapi tetap di bawah level prapandemi sementara sentimen konsumen sebagian besar stabil pada paruh pertama Agustus.

Menambah ketidakpastian baru-baru ini, prospek paket stimulus fiskal berikutnya telah memudar dengan Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat AS dalam masa reses dan tidak ada pembicaraan baru yang dijadwalkan.

Pemilihan presiden AS yang akan datang menambah kehati-hatian, bersama dengan wabah virus yang terus berlanjut di beberapa bagian Amerika Serikat.

Sekitar 5,29 juta kasus COVID-19 yang dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat dengan hampir 168.000 kematian pada Jumat sore (14/8/2020), menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins.

Baca juga: Dolar AS merosot, bukukan kerugian mingguan terburuk dalam satu dekade
Baca juga: Emas jatuh 20,6 dolar tertekan imbal hasil tinggi obligasi AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar