22 kasus baru corona muncul di China, termasuk 14 kasus impor

22 kasus baru corona muncul di China, termasuk 14 kasus impor

Seorang warga yang memakai masker terlihat melewati Starbucks pada pagi hari yang sibuk di kawasan Financial Street, di tengah wabah virus corona (COVID-19), di Beijing, China, Kamis (16/7/2020). ANTARA/REUTERS/Tingshu Wang/nz/djo.

Shanghai (ANTARA) - Sebanyak 22 kasus baru virus corona muncul di China pada Jumat (14/8), dibandingkan 30 kasus sehari sebelumnya, kata komisi kesehatan pada Sabtu (15/8).

Pernyataan Komisi Kesehatan Nasional  menyebutkan tercatat  ada 14 kasus impor, yang turun dari 22 kasus sehari sebelumnya.

China juga melaporkan 20 pasien COVID-19 tanpa gejala, berkurang dibandingkan dengan 28 kasus dari data sebelumnya.

Delapan kasus ditularkan secara lokal, termasuk tujuh di antaranya berada di wilayah Xinjiang dan satu lagi di Provinsi Guangdong.

Pada Jumat  (14/8), sebuah pusat perbelanjaan di Kota Shenzhen, Guangdong, ditutup setelah satu kasus positif dilaporkan di lokasi tersebut. Otoritas kesehatan Shenzhen hari itu menyebutkan terdapat dua kasus positif, yakni pegawai pusat perbelanjaan di toko Freshippo milik Alibaba.

Melalui pernyataan, Freshippo mengatakan bahwa pihaknya menutup 21 gerai mereka di Shenzhen untuk melakukan penyemprotan disinfektan dan melakukan tes asam nukleat terhadap para pegawai mereka.

Per 14 Agustus,China melaporkan 84.808 kasus COVID-19 dengan 4.634 kematian, menurut otoritas kesehatan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Iklan vaksin corona Rp1 juta per dosis marak di China

Baca juga: China: Kritik AS atas penanganan virus bagai "pertunjukan politik"

Baca juga: Perempuan 68 tahun di China kembali positif corona


 

Tim FK Unpad gelar simulasi uji klinis vaksin Sinovac

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar