Gunakan jasa pijat saat masa adaptasi kebiasaan baru, amankah?

Gunakan jasa pijat saat masa adaptasi kebiasaan baru, amankah?

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Anda merasa tubuh pegal-pegal di masa adaptasi kebiasaan baru dengan pandemi COVID-19 saat ini dan ingin dipijat misalnya memanggil jasa pemijat? Tetapi, amankah gunakan jasajasa tukang pijat saat ini?

Saat Anda dipijat orang lain yang jelas tak tinggal serumah dengan Anda, risiko terbesar berada di dekat dia karena COVID-19 bisa menyebar di antara orang-orang yang berada dalam jarak dua meter melalui tetesan pernapasan yang dibuat saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Selain itu, mungkin juga ada risiko bersentuhan dengan permukaan yang sering disentuh (seperti meja pijat), karena COVID-19 juga dapat menyebar dengan menyentuh permukaan atau benda yang terdapat virus di dalamnya, lalu menyentuh mulut Anda, hidung, atau mata. (CDC, bagaimanapun, mengatakan ini bukan cara utama penularan virus).

Oleh karena itu, kata "aman" benar-benar tergantung. Jika sebuah perusahaan pijat mengikuti pedoman yang diberlakukan oleh organisasi kesehatan masyarakat, maka itu mungkin relatif aman, menurut dokter dari the Johns Hopkins Center for Health Security, Amesh A. Adalja seperti dilansir Health.

Sebagian orang bisa saja meminta orang datang ke rumahnya untuk dipijat, dan ini sebenarnya hanya menukar satu risiko dengan risiko lainnya.

“Dipijat di rumah berarti Anda tidak perlu berada di ruang tunggu, di sekitar orang lain. Tetap saja, meminta ahli pijat datang ke rumah Anda berisiko sekaligus menambah risiko bagi mereka," kata Adalja.

Tetapi bahkan dengan tindakan pencegahan misal penerapan protokol kesehatan, dokter penyakit menular Richard Watkins tidak merekomendasikan Anda dipijat saat ini.

“Dengan kasus COVID-19 yang meningkat di banyak bagian negara, orang benar-benar perlu fokus hanya untuk melakukan aktivitas penting, dan pijat tidak (begitu) penting. Anda berada di dalam ruangan, berada di dekat orang lain untuk jangka waktu yang lama. Hal-hal ini memperkuat risiko tertular COVID-19," ujar dia.

Jadi, jika pijat sangat Anda butuhkan misalnya karena berhubungan dengan rasa sakit, cobalah mempertimbangkan risiko dan manfaat dipijat

Baca juga: Manfaat pijat untuk kesehatan

Baca juga: Adaptasi kebiasaan baru, ini rekomendasi tentang tidur anak per malam

Baca juga: Saran dokter bagi penyandang diabetes di masa adaptasi normal baru

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gubernur Sumbar sosialisasikan sanksi AKB di Danau Cimpago

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar