Pengacara Huawei: Bukti AS untuk ekstradisi Meng "tak dapat dipercaya"

Pengacara Huawei: Bukti AS untuk ekstradisi Meng "tak dapat dipercaya"

Kepala Keuangan Huawei Technologies Meng Wanzhou meninggalkan rumahnya untuk menghadiri sidang pengadilan di Vancouver, British Columbia, Kanada, Rabu (27/5/2020). (ANTARA/REUTERS/JENNIFER GAUTHIER/TM)

Kanada (ANTARA) - Bukti yang digunakan oleh Amerika Serikat untuk membenarkan ekstradisi Kepala Keuangan Huawei Technologies, Meng Wanzhou, "tak dapat dipercaya sekaligus cacat", kata pengacara Meng melalui dokumen yang dirilis ke media, Jumat (14/8). 

Bukti tersebut seharusnya tidak dipertimbangkan oleh pengadilan Kanada, kata tim pengacara Meng.

Meng (48) ditangkap pada Desember 2018 atas surat perintah penangkapan AS, yang menuduhnya memperdaya bank HSBC soal urusan bisnis Huawei di Iran.

Meng mengaku tidak bersalah dan sedang berjuang melawan ekstradisi saat menjalani penahanan rumah di Vancouver.

Pengacara Meng mengajukan kesaksian dari beberapa saksi ahli, termasuk John Bellinger, mantan pengacara Gedung Putih, serta presentasi Huawei Technologies Co Ltd yang menjelaskan hubungannya dengan bisnis yang beroperasi di Iran.

Kesaksian dan presentasi itu disampaikan untuk mendukung argumen Huawei bahwa AS mengabaikan fakta penting tentang komunikasi dengan HSBC terkait operasi Huawei di Iran ketika meminta ekstradisi Meng dari Kanada.

Pengajuan tersebut menunjukkan bahwa bukti yang digunakan oleh AS sebagai bagian dari kasus mereka "secara nyata tak dapat dipercaya, sangat tidak dapat dipercaya dan cacat, untuk membenarkan ekstradisi (Meng)," tulis pengacara Huawei.

Masalah tersebut dijadwalkan akan diperdebatkan di ruang sidang British Columbia pada September, sebagai bagian dari sidang ekstradisi Meng. Seluruh sidang ekstradisi diperkirakan berlangsung hingga April 2021.

Pada Senin, Meng yang akan menghadiri persidangan di ruang sidang Kanada melalui telepon, meminta jaksa agung Kanada agar merilis lebih banyak dokumen rahasia terkait penangkapannya guna membuktikan bahwa haknya dilanggar.

Jaksa Agung Kanada telah menahan sejumlah dokumen terkait penangkapannya, dengan mengklaim memiliki hak istimewa.

Tim hukum Meng berpendapat bahwa proses ekstradisi kliennya harus ditunda lantaran pelanggaran tersebut.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pengacara ajukan penundaan ekstradisi bos Huawei Meng Wanzhou

Baca juga: Huawei kalah di persidangan Kanada soal ekstradisi

Baca juga: Huawei layangkan gugatan terhadap pemerintah AS


 

Ekstradisi buronan pembobol Bank BNI Maria Pauline

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar