Bauran EBT Sulawesi capai target nasional

Bauran EBT Sulawesi capai target nasional

Warga menunggangi kuda saat melintas di area Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis (9/7/2020). Kementerian ESDM mencatat bauran energi baru dan terbarukan (EBT) telah mencapai 15 persen dari target sebesar 23 persen pada 2025. ANTARA FOTO/Arnas Padda/foc.

Makassar (ANTARA) - PLN melalui Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Sulawesi merilis bahwa bauran energi baru terbarukan (EBT) di Sulawesi telah mencapai target pemerintah sebesar 23 persen dari total penggunaan listrik, karena Sulawesi diberkahi energi melimpah.

Indonesia menargetkan konsumsi EBT bisa mencapai 23 persen pada tahun 2025 di setiap daerah, namun Sulawesi dengan kekayaan energi yang dimiliki tercatat telah mencapai target tersebut, khususnya di Sulawesi Selatan.

"Kita didorong agar porsi energi terbarukan meningkat terus dan kita akan mengurangi potensi dari batubara, gas apalagi minyak. Penggunaan energi terbarukan Sulsel sudah 23 persen," kata Senior Manager Operasi Sistem Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) PLN, Nurdin Pabi di Makassar, Sabtu.

Sesuai dengan target pemerintah secara nasional terhadap bauran EBT tersebut, rencana kerja PLN pada tahun 2025 akan menambah jumlah kapasitas energi terbarukan sebesar 6.251 MW terhadap total kapasitas yang akan dibangun.

Baca juga: Keberadaan pembangkit EBT di Pangkep dorong perekonomian warga pulau

Nurdin Pabi menyampaikan bahwa Sulawesi kaya dengan energi, yakni Sulawesi bagian selatan melimpah dengan energi angin dan Sulawesi Utara kaya dengan energi surya.

Hasilnya, kondisi sistem kelistrikan secara umum di Pulau Sulawesi Utara mencapai daya mampu 4,4 MW.

Sementara Bagian Selatan Sulawesi yang telah terintegrasi dalam satu sistem koneksi kelistrikan, menghubungkan empat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara menghasilkan daya mampu sangat besar, mencapai 2.100 MW dengan beban puncak hanya 1.411,02 MW

"Sehingga secara cadangan listrik yang tersedia sangat tinggi, yakni 33,03 persen untuk empat provinsi tersebut," katanya.

Baca juga: Survei: Pembangkit tenaga angin diprediksi bertambah usai COVID-19

Capaian ini tidak lepas dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang ada di dua lokasi provinsi Sulawesi Selatan, yakni PLTB Sidrap di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan PLTB Tolo di Kabupaten Jeneponto.

Sistem kelistrikan Sulawesi Selatan melalui PLTB di dua lokasi yakni Sidrap dan Jeneponto memiliki daya mampu sebesar 130 MW yang terdiri dari PLTB Sidrap 70 MW dan PLTB Tolo 60MW.

Daya sebesar itu mampu menerangi 130.000 pelanggan rumah tangga dengan asumsi produksi PLTB Sidrap 70 MW menerangi 70.000 rumah dan PLTB Tolo untuk 60.000 rumah, hanya saja listrik dari PLTB sangat ditentukan oleh kondisi angin.

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar