Gubernur Babel luncurkan bursa fisik lada putih

Gubernur Babel luncurkan bursa fisik lada putih

Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan berfoto bersama usai meluncurkan bursa fisik lada putih di Pangkalpinang, Minggu (Aprionis)

Kami berharap dengan sistem penjualan lada melalui bursa ini, konsumen bisa langsung membeli lada dalam skala besar ke Bangka Belitung.
Pangkalpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan meresmikan peluncuran bursa fisik lada putih, sebagai langkah menaikkan harga komoditas khas daerah itu di pasar dalam dan luar negeri.

"Kami berharap dengan sistem penjualan lada melalui bursa ini, konsumen bisa langsung membeli lada dalam skala besar ke Bangka Belitung," kata Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan untuk mengembalikan kejayaan lada ini, Pemprov Kepulauan Babel telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 19 tahun 2020 tentang Tata Kelola Perdagangan Lada Putih Muntok White Pepper.

"Kami telah mengeluarkan aturan tidak boleh mengirim lada yang berstandar IG muntok white pepper antarpulau selain untuk diekspor, kecuali antar pulau atas permintaan perusahaan-perusahaan yang memang membeli dengan jumlah partai besar yang peruntukkanya untuk kebutuhan dalam negeri," ujarnya.

Baca juga: Babel lepas ekspor 45 ton lada ke Jepang

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan lada putih dalam negeri tersebut, bentuknya sudah hilirisasi dari Provinsi Kepulauan Babel.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI dan salah satunya merespon dengan baik dan terus kita benahi aturan aturannya,” katanya.

Menurut dia aturan tersebut dikeluarkan dalam rangka memberdayakan ekonomi para petani lada, agar harga lada meningkat.

"Memang pemerintah tidak bisa mengatur harga lada, baik itu presiden maupun gubernur, tetapi bisa mengonsolidasikan para pelaku lada baik dari hulu ke hilir yang nantinya bisa mempengaruhi pasar," ujarnya.

Baca juga: Kementan: Jual lada dalam kemasan agar harga lebih tinggi

Oleh karena itu, perlu kekompakan baik dari petani maupun pengusaha untuk mewujudkan hal tersebut.

"Saya meminta komite bursa untuk ke depannya harus memiliki intelijen marketing, dengan harapan para pengusaha nantinya bisa memasukkan ke dalam komite dalam jumlah terbatas agar tidak mengganggu keputusan harga," katanya.

Direktur Kantor Pemasaran Bersama (KPB) Lada Babel Prof. Saparudin menjelaskan dengan adanya pasar fisik lada dengan sistem bursa ini, para petani, pembeli, dan para pelaku usaha lada bisa ikut dalam bursa lada untuk mengembalikan kejayaan lada muntok white pepper.

“Harapan kita itu ujungnya untuk mengembalikan kejayaan lada, terutama harganya bisa kompetitif di pasar internasional,” ujarnya. 

Pewarta: Aprionis
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar