Sebagai wakil Indonesia, Menaker berpesan PMI berkegiatan positif

Sebagai wakil Indonesia, Menaker berpesan PMI berkegiatan positif

Tangkapan layar Menaker Ida Fauziyah ketika membuka dialog tentang PMI/TKI yang diadakan di Kantor BP2MI, Jakarta Minggu (16/8/2020). (FOTO ANTARA/Prisca Triferna)

Di sela waktu luang, mari kita isi dengan hal-hal yang positif bagi diri sendiri, keluarga maupun orang di sekitar kita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memiliki pesan dan harapan menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 agar para pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) melakukan kegiatan positif sebagai perwakilan citra Indonesia di luar negeri.

"Saya mengingatkan kepada saudara-saudaraku PMI bahwa menjadi PMI bukan berarti tidak terdapat tanggung jawab dan peran yang diemban dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan. PMI merupakan cerminan citra Indonesia," katanya ketika membuka dialog bertema "Memerdekakan PMI Menuju Indonesia Maju" di Jakarta, Minggu.

Menaker berharap dengan kesempatan bekerja di luar negeri membuat para PMI memiliki tujuan atau mimpi yang ingin dicapai dan dapat mencintai serta melakukan pekerjaan mereka dengan sungguh-sungguh.

Sikap terus belajar dan tidak alergi dengan kritik yang membangun,  katanya, juga diharapkan dimiliki oleh para pekerja Indonesia yang mencari penghidupan di luar negeri.

"Di sela waktu luang, mari kita isi dengan hal-hal yang positif bagi diri sendiri, keluarga maupun orang di sekitar kita," katanya.

Karena itu, kata dia, tidaklah berlebihan jika pemerintah ingin menempatkan para PMI sebagai duta bela negara dan duta pariwisata Indonesia.

Ia meminta agar para PMI mengingat bahwa sebagai bangsa yang merdeka kedudukan Indonesia setara dengan bangsa lain, karena para mereka berhadapan langsung dengan pemberi kerja dan rekan kerja yang berbeda kebangsaan.

Menaker juga meminta agar para PMI di negara penempatan masing-masing untuk memupuk kepedulian antar sesama saling membantu dan toleransi.

Selain itu, menghargai orang di sekitar juga diharapkan dilakukan PMI, baik kepada pemberi kerja, sesama pekerja migran, masyarakat umum, aparat pemerintah negara tujuan maupun jajaran perwakilan Indonesia di negara penempatan.

"Kerja kita mencerminkan prestasi bangsa," demikian Ida Fauziyah.

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Nasib purna-PMI harus diperhatikan pemerintah

Baca juga: Menaker: Makna kemerdekaan bagi TKI adalah pemenuhan hak mereka

Baca juga: Dideportasi, PMI ingin kerja di luar negeri lagi setelah pandemi

Baca juga: Kelompok usaha purna TKI berharap ada perhatian pemkab
 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

133 pekerja migran ilegal dipulangkan ke Tanjungbalai

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar