Pupuk Indonesia optimalkan digitalisasi di tengah pandemi

Pupuk Indonesia optimalkan digitalisasi di tengah pandemi

PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan stok pupuk non subsidi sebanyak 347.664 ton yang tersedia di lini I hingga lini II dan kios-kios pupuk resmi. ANTARA/HO-Pupuk Indonesia/am.

Implementasi digitalisasi tersebut diharapkan dapat menunjang kinerja produksi
Jakarta (ANTARA) - PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat digitalisasi dalam menjalankan roda bisnis perusahaan di tengah masa pandemi COVID-19 guna menjaga performa perusahaan agar tetap produktif dan adaptif dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku.

Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, mengatakan khusus untuk aspek produksi, selain pemanfaatan aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP) modul Production Planning (PP) & Plant Maintenance (PM), perseroan telah mengembangkan aplikasi Digital Fertilizer.

Implementasi digitalisasi tersebut diharapkan dapat menunjang kinerja produksi seperti peningkatan efisiensi, membantu terlaksananya program preventive dan predictive maintenance, meningkatkan realibility serta menurunkan angka shutdown di pabrik.

"Predictive Maintenance di Pupuk Indonesia Group melalui penerapan Digital Fertilizer terdiri atas Process Monitoring, Asset Monitoring, Reliability & Maintenance dan Digital Asset. Aplikasi ini mampu membantu kelancaran dalam rencana perbaikan yang diperlukan tiap pabrik," katanya.

Digital fertilizer merupakan program tahun jamak yang dimulai pada triwulan III 2018 dan disepakati akan selesai pada akhir tahun 2020. Saat ini terdapat empat pabrik yang telah menjadi pilot plant dalam pengembangan program ini antara lain pabrik Pusri-IIB, Kujang-1B, PKT-5, dan PKG-1B.

Baca juga: Pusri tandatangani kesepakatan penyesuaian harga gas ConocoPhilips

"Pabrik ini dipilih karena dari segi teknologi memadai untuk dapat dilakukan digitalisasi dan tiga diantaranya merupakan pabrik baru yang kapasitasnya besar sehingga perlu dijaga keandalannya," katanya.

Di samping itu, dalam menjalankan proses bisnis, perusahaan juga telah mengimplementasikan Single System Enterprise Resources Planning (ERP) SAP, bertujuan agar proses bisnis lebih terintegrasi antara satu dan lainnya. Implementasi ERP mencakup proses bisnis produksi, pemeliharaan, pemasaran, pengadaan, akuntansi, keuangan, hingga sumber daya manusia.

"Kami juga telah memaksimalkan penggunaan aplikasi Digital Office, Web Anggaran, E-Proc yang dapat diakses secara online dan paperless sehingga dapat mengurangi biaya," ujarnya.

Pengelolaan risiko di holding BUMN itu pun dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan terintegrasi melalui sistem Pupuk Indonesia Risk Management Application (PRISMA). PRISMA menjadi sarana dalam melakukan proses identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko (Risk Control Self Assessment/RCSA) berbasis teknologi informasi.

PRISMA juga berfungsi sebagai dashboard bagi manajemen perusahaan untuk melakukan pemantauan terhadap pengelolaan risiko di Pupuk Indonesia Group serta untuk mendukung pengambilan keputusan.

Interaksi Pupuk Indonesia dengan pemangku kepentingan pun telah menggunakan Sistem Layanan Pelanggan Terintegrasi dan Whistle Blowing System. Hasilnya, tersedia sarana komunikasi dan informasi antara Pupuk Indonesia Grup dengan pelanggan, serta calon pelanggan, secara terintegrasi. Selain itu, juga tersedia publikasi seputar mekanisme dan dugaan pelanggaran yang dilakukan secara transparan yang dapat diakses secara daring.

Baca juga: Pupuk Indonesia salurkan CSR penanggulangan COVID-19 Rp52,78 miliar

Tak hanya itu, sambung Wijaya, dalam mendukung tugas penyaluran pupuk bersubsidi, perseroan juga telah mengembangkan aplikasi Web Commerce (WCM), Aplikasi Gudang (APG), dan Sistem Informasi Niaga (SIAGA).

SIAGA sendiri merupakan aplikasi berbasis web dan mobile yang menyajikan informasi penebusan dan stok pupuk subsidi yang diakses secara real-time dan akurat.

"Aplikasi SIAGA mampu menunjang penerapan aturan e-RDKK sehingga penyaluran dan pengendalian stok pupuk bersubsidi dapat lebih tepat sasaran, valid dan terverifikasi. Sekaligus mencegah terjadinya duplikasi penerima pupuk bersubsidi," katanya.

Bagi perseroan, kehadiran aplikasi itu menjadi solusi terhadap peningkatan ketertiban administrasi penyaluran pupuk bersubsidi yang berbasis teknologi informasi.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga telah mengoptimalkan teknologi digital dalam pengelolaan arsip dan surat menyurat, pelaksanaan rapat virtual, hingga absensi kehadiran melalui aplikasi absensi daring berbasis geo-tagging.

Tak ketinggalan, untuk memantau kondisi kesehatan pegawai, perusahaan juga telah memiliki Aplikasi Pantau COVID-19 (PanCO). Lewat aplikasi tersebut, perusahaan dapat mengetahui kondisi kesehatan terkini, riwayat pemantauan dan pemeriksaan terhadap karyawan, tenaga alih daya beserta keluarga.

Baca juga: Pupuk Indonesia siapkan 775.704 ton pupuk nonsubsidi
Baca juga: Pupuk Indonesia salurkan 5,4 juta ton pupuk bersubsidi hingga Agustus

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Apep Suhendar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Hadapi pandemi, Pupuk Indonesia tetap berproduksi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar