Anti Hoax

Campuran air kelapa, jeruk nipis, dan garam dapat obati COVID-19? Ini faktanya

Campuran air kelapa, jeruk nipis, dan garam dapat obati COVID-19? Ini faktanya

Pedagang menata buah kelapa muda di salah satu pusat penjualan kelapa muda di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Minggu (12/5/2019). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/ama. (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)

Jakarta (ANTARA/JACX) - Pesan berantai tentang ramuan yang diklaim dapat menyembuhkan COVID-19, kembali ramai dibahas warganet di beberbagai platform media sosial maupun di aplikasi layanan pesan instan WhatsApp.

Seorang pengguna Facebook, dalam unggahannya pada Sabtu (15/8), merekomendasikan ramuan herbal berisi campuran air kelapa muda, perasan jeruk nipis, serta garam sebagai obat pereda COVID-19.

Berikut isi klaim dalam unggahannya:

"Ini obat pemberian dari TUHAN yg mudah didapat yg sangat manjur..
1 biji air kelapa muda 
1 biji jeruk nipis diperas
1 sendok makan garam
Semuanya diaduk dan diminum airnya... dijamin 1 jam kemudian virusnya  akan  hilang....
Mudah mudahan semua dalam keadaan sehat walafiat.."


Narasi terkait upaya penyembuhan dari infeksi virus corona jenis baru itu juga telah direspon oleh 20 pengguna Facebook lainnya dan mendapatkan 13 komentar, pada Minggu (16/8).

Namun, benarkah ramuan herbal tersebut dapat menyembuhkan penderita COVID-19?
 
Tangkapan layar hoaks obat campuran air kelapa, jeruk nipis, dan garam dapat obati COVID-19. (Facebook)


Penjelasan:
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) hingga kini belum mencatat adanya ramuan atau suplemen herbal yang dapat menyembuhkan virus corona jenis baru atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2).

"Tidak. Saat ini tidak ada bukti yang mendukung penggunaan suplemen herbal untuk mencegah atau menyembuhkan COVID-19," jelas organisasi yang bermarkas di Jenewa, Swiss, dalam laman resminya.
 
Tangkapan layar pernyataan WHO soal belum adanya obat herbal yang dapat sembuhkan COVID-19. (Facebook)


Sebagai upaya untuk menjaga kesehatan masyarakat dari infeksi COVID-19, ilmuwan di seluruh dunia sedang berlomba-lomba menciptakan vaksin corona baru itu.

Namun karena belum ada vaksin yang memenuhi syarat, WHO membuka ruang pemanfaatan obat herbal tradisional sebagai alternatif penyembuhan. Dengan catatan, obat herbal itu harus melalui uji klinis terlebih dahulu, sebagaimana diberitakan Sindonews.com pada 9 Mei 2020.

“Terapi pengobatan tradisional dan alamiah harus menjalani uji klinis untuk mengetahui aspek efektivitas dan keselamatan,” demikian pernyataan Kantor WHO wilayah Afrika, dilansir Reuters.

WHO menekankan sikap kehati-hatian karena banyak informasi salah di media sosial tentang efektivitas pengobatan tradisional.

Dari himpunan informasi tersebut dapat disimpulkan ramuan herbal berisi campuran air kelapa muda, perasan jeruk nipis, serta garam, saat ini belum terbukti dapat menyembuhkan COVID-19 karena belum melalui tahapan uji klinis sesuai ketentuan WHO.

Klaim: Campuran air kelapa, jeruk nipis, dan garam dapat obati COVID-19
Rating: Salah/Disinformasi

Baca juga: Virus corona sengaja disebarkan dokter-apoteker Indonesia? Cek faktanya

Baca juga: Cek Fakta: Daun mindi bisa obati COVID-19?

Pewarta: Tim JACX
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kominfo catat 1.028 berita hoaks terkait COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar