Ketua MPR salurkan alat tes cepat buat keluarga besar Denjaka TNI AL

Ketua MPR salurkan alat tes cepat buat keluarga besar Denjaka TNI AL

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). (ANTARA/HO)

Para prajurit dan keluarganya harus terjaga keselamatan, keamanan, dan kesehatannya
Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyalurkan bantuan 300 alat tes cepat kepada keluarga besar Detasemen Penanggulangan Teror Aspek Laut TNI Angkatan Laut, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) untuk pengecekan berkala.

Bambang Soesatyo dalam keterangannya, Minggu, menilai walaupun para prajurit Denjaka terlatih luar biasa dan memiliki kemampuan tempur di tiga matra (laut, darat, dan udara), bukan berarti mereka kebal terhadap COVID-19, sehingga kewaspadaan dan antisipasi tetap diperlukan.

"Para prajurit dan keluarganya harus terjaga keselamatan, keamanan, dan kesehatannya. COVID-19 yang sangat kecil bahkan tak kasat mata ini, tak boleh disepelekan. Bahkan oleh seorang prajurit TNI terlatih sekalipun," ujar Bamsoet.
Baca juga: Bamsoet: Jadikan momentum HUT RI untuk merdeka dari COVID-19


Mantan Ketua DPR RI itu menyebut, selain dapat digunakan untuk internal keluarga Denjaka, bantuan alat tes cepat juga dapat disalurkan Denjaka untuk membantu masyarakat sekitar lingkungan.

Saat pandemi, ia mendorong semua pihak saling bergandengan tangan, bergotong royong memberikan bantuan sekecil apa pun kepada sesama anak bangsa.

"COVID-19 ini harus diakui telah merepotkan kita semua. Bahkan tentara pun dibuat kelimpungan. Namun, dalam kondisi sulit seperti inilah kita bisa memiliki waktu untuk kembali merenung dan mengingat bersama bahwa kekuatan utama bangsa bukan hanya terletak pada kekuatan tentara maupun kekayaan alam semata. Kekuatan utama bangsa ini terletak pada semangat solidaritas dan gotong royong," ujar Bamsoet.

Selain itu, ia juga mengapresiasi kerja keras TNI melalui Angkatan Darat yang turut mendukung Universitas Airlangga, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polri dalam menemukan obat penawar COVID-19. Jika sukses, obat yang yang sedang menunggu izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ini diklaim sebagai obat COVID-19 pertama di dunia.

Menurut dia, tidak masalah apabila banyak pihak tidak percaya adanya obat untuk COVID-19 itu, karena waktu yang akan menjawab.

"Waktulah yang akan menjawab, optimisme dan kerja keras yang telah dilakukan keluarga besar TNI, Polri, BIN, dan Universitas Airlangga ini. Waktu jugalah yang akan mengajarkan kepada kita, percaya terhadap anak bangsa merupakan salah satu wujud solidaritas dan gotong royong membangun bangsa," kata Bamsoet.
Baca juga: MPR akan sampaikan laporan kinerja lembaga kepada masyarakat

Pewarta: Dyah Dwi Astuti
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar