Ada tambahan 24, positif COVID-19 Kota Bogor naik jadi 409 kasus

Ada tambahan 24, positif COVID-19 Kota Bogor naik jadi 409 kasus

Suasana pelaksanaan tes usap (swab) guna mencegah penularan COVID-18 di Kota Bogor, Jawa Barat. (FOTO ANTARA/Riza Harahap)

Dari 24 kasus positif yang baru ditemukan itu sebagian besar tertular dari klaster rumah tangga di Kota Bogor yakni 14 kasus.
Bogor (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat menyatakan dalam dua hari terakhir, yakni Sabtu (15/8) dan Minggu (16/8) 2020 ada tambahan 24 kasus  warga "Kota Hujan" itu yang terkonfirmasi positif COVID-19 sehingga jumlah totalnya naik menjadi sebanyak 409 kasus.

"Sedangkan kasus positif yang berhasil sembuh pada dua hari terakhir ini ada empat kasus sehingga seluruhnya menjadi 240 kasus atau 58,67 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno, di Bogor, Minggu.

Menurut Retno, panggilan Sri Nowo Retno, dari 24 kasus positif yang baru ditemukan itu sebagian besar tertular dari klaster rumah tangga di Kota Bogor yakni 14 kasus.

Kemudian, tiga kasus lainnya tertular dari aktivitas ke luar kota, lima kasus tertular dari aktivitas non-klaster, serta satu kasus tertular dari klaster perkantoran.

Selain adanya tambahan kasus positif dan kasus sembuh, kata dia, dalam dua hari terakhir juga ada dua kasus positif yang meninggal dunia, sehingga kasus positif meninggal dunia seluruhnya menjadi 24 kasus.

"Sedangkan kasus positif yang masih dalam perawatan isolasi di rumah sakit maspun isolasi mandiri di rumah seluruhnya ada 145 kasus," kata Sri Nowo Retno.

Sebelumya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengingatkan warganya untuk semakin waspada karena penularan COVID-19 di Kota Bogor semakin meningkat.

Menurut dia selama setengah bulan pada Agustus ini, yakni pada 1-16 Agustus 2020, tercatat ada 119 orang warga Kota Bogor terkonfirmasi positif COVID-19.

"Jumlah ini lebih tinggi dari keseluruhan kasus positif COVID-19 di Kota Bogor pada bulan Juli lalu. Penularannya sebagian besar dari faktor kasus impor, yakni dari aktivitas di luar kota yang kemudian menjadi klaster rumah tangga," katanya.

Karena itu, ia mengingatkan warga Kota Bogor yang baru kembali dari luar kota, apalagi dari daerah zona merah, agar waspada dan berhati-hati. "Jika ada gejala, segera memeriksakan diri dengan menjalani tes swab yang difasilitasi oleh puskesmas atau Dinas Kesehatan Kota Bogor," katanya.

Kemudian, warga Kota Bogor yang kegiatan sehari-harinya aktif di luar rumah, ketika pulang ke rumah agar langsung membersihkan diri, mandi, dan ganti pakaian, sebelum berinteraksi dengan anggota keluarganya. "Harus membersihkan diri secara total, untuk menghindari kemungkinan membawa virus dari luar ke rumah," katanya.

Pemkot mencatat sampai saat ini ada 24 keluarga yang menjadi klaster atau sumber penularan kasus, dengan jumlah 85 kasus. Bahkan, ada satu keluarga yang anggota keluarganya 22 orang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

"Tindakan perlu semakin waspada terhadap kemungkinan penularan COVID-19, sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan sebanyak-banyaknya bagi warga Kota Bogor," demikian Bima Arya.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Kota Bogor 36 orang dalam tiga hari

Baca juga: 6 puskesmas di Kota Bogor tutup sementara, pegawai positif COVID-19

Baca juga: Sekeluarga, empat orang positif COVID-19 di Bogor Barat diisolasi




 

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar