Museum Perumusan Naskah Proklamasi terima bantuan rak parkir sepeda

Museum Perumusan Naskah Proklamasi terima bantuan rak parkir sepeda

Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, mendapatkan fasilitas rak parkir sepeda dari ITDP dan B2W Indonesia pada HUT ke-75 kemerdekaan RI, Senin (17/8/2020) (ANTARA/HO-ITDP)

Ini adalah upaya kami untuk memerdekakan pesepeda yang hendak mengunjungi museum yang sangat penting keberadaannya sebagai pengingat perjuangan kemerdekaan Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat menerima bantuan rak parkir sepeda berkapasitas 10 sepeda bertepatan dengan  peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin,

Rak parkir sepeda tersebut disumbang oleh Institut Kebijakan Transportasi dan Pembangunan ​​​​​​​(The Institute for Transportation and Development Policy /ITDP) dan gerakan nasional Bike to Work (B2W) Indonesia dalam rangka memerdekakan pesepeda dengan menyediakan fasilitas parkir di museum.

"Ini adalah upaya kami untuk memerdekakan pesepeda yang hendak mengunjungi museum yang sangat penting keberadaannya sebagai pengingat perjuangan kemerdekaan Indonesia," kata Faela Sufa, Direktur ITDP Asia Tenggara.

Baca juga: DKI bagikan buku saku agar masyarakat bersepeda dengan aman-bijak

Fela mengatakan, ini pertama kalinya ITDP dan B2W memfasilitasi rak parkir sepeda di museum yang ada di Ibu Kota Jakarta.

Walau belum ada data yang menyebutkan berapa jumlah pesepeda yang datang ke museum, tapi upaya menyediakan rak parkir sepeda di Museum Perumusan Naskah Proklamasi tersebut dapat mendorong masyarakat mengunjungi museum dengan sepeda.

Baca juga: 32 Kawasan Khusus Pesepeda di Jakarta ditiadakan mulai Ahad lusa

"Fasilitas sepeda itu enggak harus bergantung sering atau enggaknya pesepeda datang, bisa juga sebagai undangan untuk para pesepeda datang," ujar Fela.

Menurut dia, museum sebagai tempat publik juga menjadi tujuan wisata, serta dalam momen 17 Agustus ini, museum menjadi tempat untuk belajar lebih jauh tentang kemerdekaan Indonesia.

"Fasilitas sepeda seperti parkiran sepeda, sudah sepantasnya ada di museum juga," ujarnya.

Fela menambahkan, semenjak kenaikan jumlah pesepeda, sejumlah gedung dan mall di Jakarta sudah mulai memerhatikan fasilitas untuk mengakomodir pesepeda dengan menyediakan parkiran sepeda.

Baca juga: Pemprov DKI tiadakan KKP karena temuan 79.300 kasus pelanggaran PSBB

Sayangnya, lanjut dia, jumlah fasilitas pesepeda khususnya parkir sepeda masih belum merata, terutama di ruang-ruang publik  seperti taman, RPTRA dan sebagainya.

"Kalau dari segi peraturan, sudah mencakup mengenai kewajiban untuk menyediakan parkiran sepeda terutama di gedung-gedung. Hanya tinggal implementasinya saja," ujar Fela.

Sementara itu, Ketua B2W Indonesia Poetoet Soedarjanto berharap fasilitas rak parkir sepeda tersebut membawa manfaat positif bagi museum.

"Semoga fasilitas ini dapat mengakomodir dan mengundang pesepeda untuk datang ke museum. Serta terjadi penambahan fasilitas parkir sepeda di museum-museum dan tempat publik lainnya di Jakarta," kata Poetoet.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Warga antusias tukar uang pecahan baru Rp 75 Ribu untuk koleksi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar