Suara kawasan perbatasan: Indonesia mesti tetap maju dan kompetitif

Suara kawasan perbatasan: Indonesia mesti tetap maju dan kompetitif

Bupati Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Abang Muhammad Nasir saat memimpin upacara pengibaran bendera peringatan Hari Kemerdekaan RI ke- 75 di wilayah perbatasan RI-Malaysia, Senin (17/8/2020). ANTARA/HO-Humas Pemkab Kapuas Hulu/am.

Di daerah perbatasan, kata Nasir, lebih kuat jaringan telekomunikasi dari Malaysia
Kapuas Hulu, Kalbar (ANTARA) -
Bupati Kapuas Hulu, Kalimantan Barat Abang Muhammad Nasir menyatakan wilayah perbatasan negara dengan Malaysia itu pada momentum HUT Kemerdekaan RI ke-74 berharap bisa semakin maju serta mampu untuk berkompetisi dengan negara lain dari berbagai bidang.

"Daerah kita ini berbatasan langsung dengan negara Malaysia tentu banyak harapan kita untuk kemajuan bangsa tercinta dan kita harus bangga dengan produk Indonesia," katanya peringatan HUT RI ke-75, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Senin.

Kabupaten Kapuas Hulu adalah daerah yang berada di bagian timur Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia

Ia mengatakan sebagai kabupaten perbatasan banyak hal yang perlu menjadi perhatian, salah satu contohnya adalah  persoalan jaringan seluler telekomunikasi dan internet, dan juga sumber daya manusia serta infrastruktur dasar.
 
Menurut dia, Kapuas Hulu di perbatasan RI-Malaysia yang memiliki wilayah cukup luas, yakni 278 desa dari 23 kecamatan, ada sekitar 60 lebih desa belum memiliki jaringan seluler.
 
Apalagi di daerah perbatasan, kata Nasir, lebih kuat jaringan telekomunikasi dari Malaysia. Meskipun demikian dirinya pun menyadari begitu luasnya Indonesia, tentu daerah lain juga memiliki harapan yang sama.
 
"Saya rasa saat ini jaringan seluler telekomunikasi dan internet itu menjadi suatu kebutuhan, apalagi anak-anak kita melakukan proses pembelajaran melalui daring, tentu itu juga berkaitan dengan SDM kita ke depannya," katanya.
 
Saat ini, kata dia, pembangunan daerah perbatasan memang tidak kalah dengan negara tetangga, tetapi harus diakui sejumlah pembangunan di berbagai bidang masih memerlukan perhatian serius pemerintah pusat.
 
" Di masa pandemi ini semua memerlukan jaringan internet dan itu sudah kami sampaikan beberapa kali pertemuan," kata Nasir.
 
Berkaitan dengan semangat cinta Tanah Air, bupati mengatakan masyarakat Kapuas Hulu di daerah perbatasan masih menjunjung tinggi nilai - nilai patriotisme dan nasionalisme.
 
" Tidak bisa kita pungkiri di perbatasan sana masyarakat masih ada ketergantungan dengan negara tetangga terutama sembako, saya rasa itu sudah menjadi perhatian pemerintah ke depannya," katanya.
 
Ia mengimbau kepada masyarakat Kapuas Hulu untuk tetap meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan di usia 75 tahun ini.
 
" Kita mesti bangga dengan bangsa kita yang memiliki keberagaman, kebhennikaan itu menjadi modal kita dalam persatuan dan kesatuan tanpa memandang perbedaan," demikian Abang Muhammad Nasir.

Baca juga: Sambut HUT di perbatasan RI-Malaysia, satgas TNI gelar aneka lomba

Baca juga: Pasar perbatasan RI-Malaysia diserahkan pengolaannya ke kecamatan

Baca juga: Satgas Pamtas 133/YS ajari mengaji generasi muda di perbatasan

Baca juga: Jalan di perbatasan RI-Malaysia di Kapuas Hulu bisa dilalui kendaraan

Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pengawasan terhadap WNA di penginapan dan hiburan malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar