Yogyakarta siapkan selter tangani pasien COVID-19 secara "on call"

Yogyakarta siapkan selter tangani pasien COVID-19 secara "on call"

Arsip Foto. Petugas medis melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi penularan COVID-19 pada pedagang Pasar Beringharjo, DI Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww/aa.)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta tidak menyiapkan gedung khusus yang difungsikan sebagai selter (tempat) bagi pasien terkonfirmasi positif COVID-19, tetapi menyiapkan tempat secara “on call” jika sewaktu-waktu ada pasien tanpa gejala yang membutuhkan tempat isolasi.

“Memang tidak ada selter khusus yang disiapkan, karena sesuai aturannya, pasien tanpa gejala cukup melakukan isolasi mandiri di rumah,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa.

Saat melakukan isolasi di rumah, Heroe memastikan, setiap pasien tersebut tetap dalam pengawasan yang ketat sehingga bisa melakukan isolasi dengan optimal dan tidak berpotensi menularkan virus corona ke orang lain.

Pengawasan dilakukan bersama-sama oleh petugas puskesmas yang rutin mengecek kondisi kesehatan pasien, bekerja sama dengan camat, lurah, pengurus kampung, pengurus RT dan RW.

Baca juga: Wali Kota: Warga Yogyakarta jangan bosan pakai masker

Baca juga: 73 persen koperasi di Kota Yogyakarta terdampak pandemi COVID-19


Setiap pasien tanpa gejala yang melakukan isolasi mandiri pun akan memperoleh tambahan multivitamin dan obat-obatan lain apabila untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Jika pasien tersebut tidak mampu melakukan isolasi mandiri karena berbagai sebab, seperti tidak memiliki kamar terpisah di rumah, maka bisa mengajukan permintaan ke kami. Nanti kami carikan tempat untuk isolasi,” katanya.

Lokasi isolasi tersebut, lanjut dia, bisa saja berada di rumah sakit atau tempat lainnya yang bisa memenuhi syarat seperti kamar hotel.

“Misalnya hari ini ada pasien yang membutuhkan tempat, maka akan kami carikan. Meskipun jumlahnya hanya satu, tetap kami carikan tempat. Nantinya, biaya ditanggung pemerintah daerah,” katanya.

Selain selter, Heroe pun memastikan ketersediaan tempat tidur untuk penanganan pasien positif COVID-19 di rumah sakit. “Jumlah kamar yang tersedia masih sangat mencukupi. Jika dibutuhkan tambahan, maka akan segera ditambah,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya mengatakan, pasien terkonfirmasi positif yang tidak menunjukkan gejala diminta melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Jika tidak memungkinkan, maka bisa melakukan isolasi di wilayah apabila di wilayah tersebut memiliki tempat. Jika tidak memungkinkan, maka akan ditempatkan di rumah sakit atau tempat lainnya untuk isolasi,” katanya.

Hingga Senin (17/8), jumlah pasien yang masih terkonfirmasi positif di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak 36 orang. Sembilan pasien di antaranya dirawat di rumah sakit dan sisanya melakukan isolasi mandiri di rumah.*

Baca juga: Kabupaten/kota di DIY belum usulkan PSBB

Baca juga: Cecah COVID19, Masjid kompleks Balai Kota Yogyakarta tiadakan jumatan


Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Perlunya shelter di daerah rawan gempa dan tsunami

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar