Gudang triplek di Muarojambi habis terbakar

Gudang triplek di Muarojambi habis terbakar

Kapolsek Jaluko, Iptu Irwan saat berada di lokasi kejadian kebakaran gudang triplek di Muarojambi.(ANTARA/HO)

Jambi (ANTARA) - Kebakaran menghanguskan gudang tempat pengeringan triplek milik PT Duren Mandiri Fortune yang berada di RT 10, Desa Sungai Duren, Kecamatan Jambi luar kota (Jaluko) Kabupaten Muarojambi.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi pada Selasa siang tersebut, meskipun pemilik usaha mengalami kerugian materil.

Kapolsek Jaluko Iptu Irwan saat dihubungi, Selasa, mengatakan kebakaran hebat yang menghanguskan gudang tempat pengeringan triplek itu terjadi pada pukul 13.00 WIB. Api baru bisa dipadamkan dua jam setelah kejadian dengan menurunkan beberapa unit mobil pemadam kebakaran.

Baca juga: Polisi Barito Selatan selidiki terbakarnya 11 rumah dan bagunan walet
Baca juga: Tiga mobil Damkar Bekasi padamkan api di gudang limbah
Baca juga: Kebakaran di Londrang tewaskan seorang anak perempuan


Pemadaman api dilakukan oleh pemadam kebakaran dibantu BPBD setempat.

"Selama kurang lebih dua jam petugas dari kepolisian dan BPBD setempat memadamkan api di gudang triplek tersebut dan akhirnya pada pukul 15.00 WIB, api bisa dipadamkan dan tidak ada benda yang bisa diselamatkan dari kejadian tersebut dan yang utama tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu," kata Irwan mantan Wakasat Reskrim Polresta Jambi itu.

Selruruh isi gudang yang berisi triplek yang telah dikeringkan milik PT Duren Mandiri Fortune tersebut habis terbakar. 

Sementara itu hasil pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian menyatakan kebakaran terjadi pada saat karyawan sedang istirahat makan siang, saat itu posisi gudang dalam keadaan kosong ditinggal pekerja. Api baru diketahui sudah membesar, membakar tempat pengeringan triplek yang berbahan baku kayu.

Kepolisian saat ini sedang memeriksa beberapa saksi diantaranya kepala pabrik Herman Meyer (58), M Napian (pengawas rotary) PT DMF, Sayuti (staf boiler PT DMF), Iksan Munjir (staf boiler) sedangkan kerugian materiil untuk sementara belum bisa ditaksir dan masih dihitung oleh Wilson selaku pemilik pabrik.

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar