Minyak relatif stabil, kepatuhan OPEC+ imbangi kekhawatiran permintaan

Minyak relatif stabil, kepatuhan OPEC+ imbangi kekhawatiran permintaan

Kapal tanker minyak mentah. ANTARA/REUTERS/Henry Romero/am.

Diperkirakan OPEC+ akan mengomunikasikan bahwa mereka meminta kepatuhan yang ketat dari semua anggota dan mendukung keberhasilan tindakan hingga saat ini.
New York (ANTARA) - Harga minyak global relatif stabil pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ketika kepatuhan yang tinggi terhadap pengurangan pasokan dari kelompok produsen OPEC+ mengimbangi kekhawatiran permintaan akibat penguncian untuk menahan penyebaran virus corona.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober naik tipis sembilan sen menjadi menetap di 45,46 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan September berakhir tidak berubah pada 42,89 dolar AS per barel.

Mendukung harga pada Selasa (18/8/2020), panel teknis menemukan bahwa kepatuhan pengurangan produksi minyak OPEC+ pada Juli antara 95 persen hingga 97 persen, menurut draf laporan yang dilihat pada Senin (17/8/2020) oleh Reuters.

Baca juga: Harga minyak naik, ditopang kepatuhan OPEC+ dan kesepakatan China-AS

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, mengurangi pemotongan pasokan mereka pada Agustus menjadi 7,7 juta barel per hari (bph) dari 9,7 juta barel per hari sebelumnya.

OPEC+ akan mengadakan pertemuan panel menteri pada Rabu.

“Diperkirakan OPEC+ akan mengomunikasikan bahwa mereka meminta kepatuhan yang ketat dari semua anggota dan mendukung keberhasilan tindakan hingga saat ini,” kata Bjornar Tonhaugen dari Rystad Energy.

Baca juga: OPEC+ pangkas produksi, ICP Juni naik 11,01 dolar per barel

Meski begitu, pandemi virus corona, yang telah berkecamuk selama berbulan-bulan, tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Di Amerika saja, hampir 11,5 juta telah tertular penyakit tersebut, dan lebih dari 400.000 orang telah meninggal akibat pandemi tersebut, direktur regional Organisasi Kesehatan Dunia Carissa Etienne mengatakan pada Selasa (18/8/2020).

Amerika Serikat dan Brasil adalah pendorong terbesar jumlah kasus COVID-19 di Amerika, Etienne menambahkan.

"Masih ada kekhawatiran tentang COVID dan masih ada kekhawatiran tentang kurangnya kesepakatan di Kongres untuk stimulus," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago.

Kongres AS sejauh ini gagal menyetujui paket bantuan fiskal lain untuk membendung kejatuhan ekonomi akibat pandemi.

Sementara itu, beberapa negara Eropa telah memperbarui karantina perjalanan, yang berdampak pada permintaan bahan bakar jet dan motor.

Penambang dan produsen minyak Australia BHP mengatakan dalam laporan labanya pada Selasa (18/8/2020) bahwa pihaknya percaya "risiko paling signifikan terhadap pasar fisik (minyak) sekarang telah berlalu," menambahkan bahwa laju kenaikan bisa jadi tidak terlalu besar mengingat potensi hambatan dari kembalinya pasokan.

Stok minyak mentah dan sulingan AS turun minggu lalu, sementara persediaan bensin naik, data industri dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan setelah pasar tutup pada Selasa (18/8/2020). Persediaan minyak mentah turun 4,3 juta barel menjadi sekitar 512 juta barel, lebih besar dari ekspektasi para analis untuk penarikan 2,7 juta barel.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KPBB menilai harga BBM terlalu mahal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar