MPR minta Kemendikbud-Kemenkominfo sinergi jalankan PJJ

MPR minta Kemendikbud-Kemenkominfo sinergi jalankan PJJ

Sejumlah siswa kelas 6 SDN Sumberaji 2 mengerjakan tugas pelajaran sekolah secara daring atau online di kawasan makam Dusun Ngapus, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2020). Kawasan makam yang berada lebih tinggi dibandingkan pemukiman warga ini menjadi tempat belajar para siswa dari pagi hingga siang hari karena di lokasi tersebut yang memungkinkan mendapatkan sinyal jaringan internet untuk belajar online atau daring. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/hp.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersinergi dalam menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada para siswa dan mahasiswa di seluruh Indonesia.

Jazilul mengatakan sebenarnya Kemendikbud sudah lama memperkenalkan PJJ kepada para siswa dan mahasiswa di seluruh Indonesia.

"Kalau sekarang banyak masalah dan hambatan, berarti sistem yang dibangun tidak berjalan," kata Jazilul dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Ketua MPR ajak masyarakat gotong royong wujudkan Indonesia Maju
Baca juga: MPR: Hari Konstitusi momentum realisasikan cita-cita kemerdekaan
Baca juga: MPR: Indonesia berumur panjang karena rakyat kedepankan persatuan


Hal itu dikatakannya saat menjadi pembicara dalam webinar dengan tema "Pembelajaran PJJ di Wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T); Antara Harapan dan Kenyataan" di Jakarta, Selasa (18/8).

Politisi PKB itu mengaku telah mendapatkan data bahwa Kemendikbud sudah memperkenalkan PJJ melalui Universitas Terbuka (UT) dan Program Sistem Pendidikan Satelit (SISDIKSAT) sejak tahun 1980-an.

Selain itu menurut dia ada program Indonesia Cyber Education (ICE) dan Sistem Program Pembelajaran Daring (SPADA), Kemenristek Dikti, pada tahun 2017.

"Apabila sistem dan program PJJ berjalan dengan baik maka penggunaan teknologi dalam pembelajaran tidak akan rendah dalam pemakaian," ujarnya.

Jazilul menjelaskan, dalam penggunaan teknologi untuk pembelajaran, angka partisipasi Indonesia terbilang rendah apabila dibanding dengan Singapura, yaitu Indonesia masih sekitar 34 persen, sedang Singapura sudah mencapai 90 persen.

Dia menilai agar PJJ bisa berjalan sesuai dengan harapan, Kemendikbud bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Komisi X DPR agar hasilnya bisa maksimal.

"Diharapkan setelah melakukan sinergi tidak akan terdengar lagi keluhan susah mendapatkan sinyal telekomunikasi, tidak mempunyai kuota internet, dan sulit menerima materi pembelajaran yang diberikan guru atau dosen," katanya.

Dia juga mendorong agar Kemendikbud membenahi diri agar siap menjalankan PJJ terhadap para siswa dan mahasiswa yang ada di wilayah 3T dan daerah yang berada dalam zona merah pandemi COVID-19.

Baca juga: Wakil Ketua MPR ajak warga jaga konstitusi negara
Baca juga: MPR: Diperlukan Pokok-Pokok Haluan Negara dalam konstitusi


Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wakil Ketua MPR RI ajak saling peduli di tengah pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar