Kemnaker lakukan tes kesehatan bagi pekerja di Purbalingga

Kemnaker lakukan tes kesehatan bagi pekerja di Purbalingga

Menaker Ida Fauziyah (dua dari kanan) saat meninjau pelaksanaan tes kesehatan bagi pekerja di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2020). ANTARA/Sumarwoto

Purbalingga (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan tes kesehatan bagi ratusan pekerja di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dalam rangkaian Gerakan Pekerja Sehat di Perusahaan.

Tes kesehatan yang digelar di salah satu hotel di Purbalingga, Rabu, dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan sejumlah pejabat Kemnaker.

Menaker Ida Fauziyah mengatakan tes kesehatan tersebut meliputi tes cepat COVID-19, rontgen, dan tes gula darah rutin.

"Harapan kami, teman-teman karena mulai adaptasi kebiasaan baru, saya berharap teman-teman produktif tapi aman dari COVID-19, menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Itu yang kami harapkan, tetap sehat, tetap semangat menghadapi COVID-19 ini," katanya.

Baca juga: HUT ke-75 RI, Menaker ajak wujudkan Indonesia jadi negara terbaik

Terkait dengan dampak COVID-19 di Indonesia, Menaker mengatakan berdasarkan data per tanggal 31 Juli 2020, pekerja yang di-PHK maupun dirumahkan secara keseluruhan mencapai 3,5 juta orang.

Sementara yang terdata dengan baik, kata dia, sebanyak 2,1 juta jiwa dan selebihnya masih dalam proses verifikasi.

"Lebih besar mereka yang dirumahkan dibandingkan dengan yang PHK. Dengan adaptasi kebiasaan baru yang sudah mulai, perusahaan-perusahaan mulai berproduksi kembali, saya mengajak kepada pengusaha untuk mengajak kembali teman-teman yang dirumahkan, saya juga berharap lebih kepada teman-teman yang di-PHK untuk bisa bekerja kembali," katanya.

Disinggung mengenai subsidi gaji atau upah yang diberikan oleh pemerintah, Menaker mengatakan hal itu diberikan untuk pekerja yang menerima upah di bawah Rp5 juta yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca juga: Sebagai wakil Indonesia, Menaker berpesan PMI berkegiatan positif

Menurut dia, subsidi tersebut diberikan selama 4 bulan dan disalurkan setiap dua bulan sekali dengan sebesar Rp600 ribu per bulan.

"Harapannya daya beli teman-teman (pekerja) meningkat dan pertumbuhan ekonomi kita akan normal kembali pada kuartal ketiga," jelasnya.

Menurut dia, pekerja di sektor informal tetap berhak mendapatkan subsidi upah tersebut sepanjang mereka tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan penghasilannya di bawah Rp5 juta.

Ia mengatakan di luar pekerja swasta itu, ada pegawai pemerintah non-PNS yang selama ini tidak menerima gaji ke-13 dan upahnya rata-rata juga di bawah Rp5 juta.

Lebih lanjut, Menaker mengatakan validasi terhadap pekerja yang berhak menerima subsidi upah itu dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan sudah banyak yang menyerahkan nomor rekening bank mereka karena nantinya subsidi tersebut akan disalurkan langsung ke rekening pekerja.

"Sudah hampir mendekati 15 juta data nomor rekening yang telah diserahkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Mudah-mudahan tanggal 25 Agustus ini, Bapak Presiden berkenan me-'launching' program ini," jelasnya.

Informasi yang dihimpun, tes kesehatan yang digelar di Purbalingga tersebut diikuti 300 pekerja yang mengikuti tes cepat COVID-19 dan 700 pekerja yang mengikuti "medical check up" (asam urat, kolesterol, gula darah). Kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian 1.000 helai masker untuk mencegah penularan COVID-19.

Tes kesehatan tersebut terselenggara berkat dukungan Bakal Calon Bupati Purbalingga Periode 2020-2024 Muhammad Sulhan Fauzan yang berpasangan dengan Bakal Calon Wakil Bupati Zaini Makarim Supriyatno sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap kesehatan.

Bakal Calon Bupati Muhammad Sulhan Fauzan mengaku sebagai putra daerah Purbalingga ingin masyarakat setempat sehat.

"Kesehatan penting sebagai modal bersama untuk mewujudkan Purbalingga Maju," kata pria yang akrab disapa Oji itu.

Baca juga: Menaker berkomitmen lindungi pekerja perempuan dari kekerasan

Ia mengatakan pada masa pandemi COVID-19 banyak tenaga kerja terkena PHK, termasuk di Purbalingga yang merupakan daerah industri.

Menurut dia, beberapa industri di Purbalingga mencoba bangkit dan mulai mempekerjakan karyawan, namun pengusaha juga wajib mencegah penularan COVID-19.

"Salah satu pencegahan dengan rapid test. Kami menginisiasi membantu pengusaha Purbalingga untuk bangkit," katanya.

Menurut dia, pengusaha di Purbalingga perlu dibantu untuk terciptanya pekerja yang sehat, sehingga pihaknya sangat mendukung upaya pengusaha menyehatkan masyarakat Purbalingga.

"Kami sangat mendukung upaya pengusaha Purbalingga untuk bangkit. Kami menginisiasi 'rapid test' (tes cepat' dan 'medical check up'. Mudah-mudahan bisa membantu pengusaha untuk memastikan karyawanya sehat," katanya. ***3***

Baca juga: Menaker: Gunakan subsidi upah untuk belanja produk dalam negeri

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Edisi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar