Pacitan (ANTARA News) - Ratusan siswa Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Ma`arif se-Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kamis menggelar sholat gaib dan doa bersama untuk almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Kegiatan yang digelar mendadak oleh yayasan pendidikan milik warga nahdliyin ini dilakukan di Masjid Agung Darul falah, Jalan Imam Bonjol, Kota Pacitan.

Sholat gaib yang diikuti hampir keseluruhan siswa MTs dan MA Maarif mulai pukul 08.00 WIB itu berlangsung khusyuk.

Para siswa yang masih mengenakan seragam sekolah terlihat begitu antusias mengikuti seluruh rangkaian acara sholat gaib yang diakhiri dengan doa bersama dan pembacaan tahlil di dalam kompleks Masjid Agung.

"Para siswa ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Gus Dur sekaligus mendoakannya agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," kata Imam Zarqoni, salah satu guru pengajar di yayasan pendidikan Ma`arif yang dalam acara tersebut ditunjuk sebagai imam sekaligus pemimpin doa.

Usai mengikuti rangkaian sholat gaib dan doa bersama itu, tidak semua siswa meninggalkan masjid. Beberapa terlihat masih bertahan dengan membaca ayat kitab suci Alquran.

Mereka tampaknya ingin melakukan ritual doa secara khusus dan khusyuk untuk almarhum Gus Dur yang selama ini mereka kagumi.

"Sebagai generasi NU, wajar sekali jika anak-anak merasa kehilangan sosok Gus Dur. Bagaimanapun pemikirannya banyak menjadi tema diskusi mereka, baik saat di bangku sekolah maupun saat di luar jam pelajaran," kata Zarqoni.

Di para siswa maupun guru di yayasan pendidikan Maarif, kata Zarqoni, Gus Dur adalah sosok yang sangat mengagumkan.

Mantan presiden RI tersebut dikenal teguh dalam memperjuangkan nasib rakyat kecil. Selain itu, Gus Dur juga sangat peduli dengan hal-hal yang berbau kemanusiaan.

Selain melibatkan siswa MTs dan MA, doa bersama menurut rencana juga akan digelar Kamis sore oleh ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNUPA) Pacitan.

Acara serupa informasinya akan digelar pada malam harinya (Jumat malam) oleh jajaran pengurus dan pimpinan Cabang NU Pacitan diikuti sejumlah warga Nahdliyin.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009