DKI tegaskan pasang masker patung Jenderal Sudirman baru wacana

DKI tegaskan pasang masker patung Jenderal Sudirman baru wacana

Pekerja melakukan perawatan patung Jenderal Sudirman di Jakarta, Senin (16/4). Perawatan tersebut dilakukan agar patung yang menjadi salah satu ikon kota Jakarta itu tetap bersih, terjaga dan terpelihara dari kerusakan yang disebabkan polutan serta cuaca. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

Enggak ada yang perlu dibesar-besarkan, pak gubernur juga belum tahu ceritanya
Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Iwan Henry Wardhana menegaskan, rencana pemasangan masker pada patung Jenderal Sudirman di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, sebagai kampanye atas tingginya pandemi COVID-19, baru wacana.

"Dari agenda yang bocor ke media, pemasangan masker itu dijadwalkan petang ini. Bahkan seremonial pemasangan dilakukan oleh pak Anies, itu masih wacana, yakni pembahasan di Biro KDH, lalu diskusi kecil. Enggak ada yang perlu dibesar-besarkan, pak gubernur juga belum tahu ceritanya," kata Iwan saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Iwan juga menampik kalau pemasangan masker itu sebagai bentuk kampanye melawan COVID-19 dan dia mempertegas ketidaktahuan pihaknya tujuan dari memasang penutup mulut dan hidung itu.

"Yang jelas kata kewajiban menggunakan masker ini sudah mulai dipahami masyarakat. Saya pikir lebih baik masyarakat memahami sendiri pentingnya penggunaan masker," ujarnya.

Sebelumnya, rencana Gubernur Anies Baswedan memakaikan masker ke patung Jenderal Sudirman di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Pusat mendapat kritik dari politisi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak.

Baca juga: Relawan dinilai lebih baik daripada pasang masker di patung Sudirman

Menurutnya, langkah itu tidak efektif dijadikan kampanye melawan COVID-19.

Hal itu karena, kata dia, jumlah masyarakat Ibu Kota yang melintas di kawasan ini hanya segelintir orang saja dan didominasi oleh karyawan perkantoran, sementara masyarakat di perkampungan tetap tidak mendapatkan informasi apa pun.

"Tentu itu sekedar simbol. Hanya yang lewat Jalan Sudirman berapa banyak? Pesannya itu terbatas kepada pengguna jalan protokol,"kata Gilbert.

Langkah yang pas menurut Gilbert untuk melawan COVID-19 yang mengepung Jakarta saat ini adalah melakukan pengawasan jangka panjang. Sasaran pengawasan ketat adalah perkampungan padat dan pasar tradisional karena kerap kali masih terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

Lagipula kata dia, apapun bentuk kampanye yang dilakukan Pemprov DKI tidak bakal efektif sebab COVID-19 yang melanda Jakarta saat ini bukan baru baru berlangsung satu atau dua hari melainkan telah lima bulan.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Jakarta bertambah 505

"Masyarakat sudah tidak perlu kampanye, tapi pengawasan," ucapnya.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Masyarakat Jakarta Pusat kian peduli protokol kesehatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar