Kasus corona Kolombia lampaui angka 500.000, kematian hampir 16.000

Kasus corona Kolombia lampaui angka 500.000, kematian hampir 16.000

Petugas pembersih menggunakan alat pelindung diri untuk mendesinfeksi bagian dalam sebuah taksi, ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Bogota, Kolombia, Jumat (10/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Luisa Gonzalez/WSJ/djo

Bogota (ANTARA) - Angka kasus virus corona di Kolombia pada Rabu (19/8) melampaui 500.000 sementara kematian hampir menembus angka 16.000 pada saat negara itu akan segera mengakhiri masa lima bulan karantina wilayah.

Negara Pegungungan Andes tersebut sejauh ini mencatat total 502.178 kasus COVID-19, menurut kementerian kesehatan, dan 15.979 kematian. Kasus aktif berjumlah 158.893.

Presiden Ivan Duque pada akhir Maret mulai memberlakukan penguncian secara nasional dalam upaya memperlambat penyebaran virus.

Sebagian besar jenis usaha sudah mulai dibuka kembali atau diizinkan beroperasi melalui sistem pengantaran.

Penguncian ditetapkan akan terus berlaku hingga akhir Agustus. Pembatasan lebih ketat diterapkan di daerah-daerah permukiman di Ibu Kota Bogota, yang menunjukkan angka infeksi lebih tinggi.

Sepertiga dari keseluruhan jumlah kasus COVID-19 di Kolombia ditemukan di Bogota.

Kapasitas unit-unit perawatan intensif di Bogota terisi hingga 82 persen persen, menurut otoritas kesehatan daerah.

Sumber: Reuters
Baca juga: Kasus positif COVID-19 meningkat di penjara Kolombia
Baca juga: Dari ketinggian, tentara Kolombia peringatkan warga tetap di rumah
Baca juga: Mantan Presiden Kolombia Uribe positif COVID-19

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Petani Kolombia selamatkan bayi puma

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar