Anies: Tak bermasker artinya tidak hargai diri sendiri dan orang lain

Anies: Tak bermasker artinya tidak hargai diri sendiri dan orang lain

Dokumentasi - Pekerja melakukan perawatan patung Jenderal Sudirman di Jakarta, Senin (16/4). Kini muncul wacana pemasangan masker di patung tersebut untuk mendorong penggunaan masker di masyarakat di tengah wabah virus corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan warga yang tidak mengenakan masker di tengah pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) berarti tidak menghargai diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.

"Kalau kita menggunakan masker dengan baik, artinya kita menghormati dan melindungi orang lain dan diri sendiri dengan baik. Sebaliknya, ketika kita tidak menggunakan masker dengan baik, artinya kita tidak menghormati dan menghargai orang di sekitar kita dan diri kita," kata Anies di Jakarta, Kamis.

Anies menyampaikan bahwa selama ilmuwan belum menemukan penawar wabah ini, mengenakan masker adalah salah satu cara penghentian penularan COVID-19.

"Selama belum ada vaksin, maka vaksin kita adalah masker kita ini, karenanya harus senantiasa dipakai terus," katanya.

Anies meminta masyarakat tertib menggunakan masker dimana saja dan kapan saja, termasuk saat merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah pada Kamis yang disebutnya satu-satunya tahun baru dengan masker.

"Memperingati 1 Muharram, masuk tahun baru dan semua menggunakan masker. Saya rasa ini pergantian tahun bermasker satu-satunya. Sepanjang perjalanan usia kita, ya baru sekarang kita pakai masker terus-menerus. Ini dalam kondisi wabah, ada pandemi," kata Anies.

Baca juga: Sebagian insentif bagi tenaga kesehatan cair pekan depan
Baca juga: DKI tegaskan pasang masker patung Jenderal Sudirman baru wacana
Sebuah ondel-ondel dipasangi masker di kawasan Kramat Pulo, Jakarta, Kamis (13/8/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.
Diterjang wabah selama sekitar lima bulan, Anies berharap Jakarta lekas pulih dari pandemi mematikan ini dengan berkolaborasi bersama masyarakat dan tidak hanya mengandalkan kerja pemerintah.

"Insya Allah kita bisa segera bebas. Tapi ini membutuhkan kerja bersama. Virusnya menular lewat interaksi," katanya.

Untuk mengurangi penularan, harus mengurangi interaksi. "Kalau mengurangi interaksi, konsekuensinya ekonomi, sosial, agama, semua merasakan dampaknya," tuturnya.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tiket KA akhir tahun bisa dipesan secara daring

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar