BMKG: Waspadai gelombang tinggi akibat faktor astronomis perigee

BMKG: Waspadai gelombang tinggi akibat faktor astronomis perigee

Sejumlah anak melintasi genangan banjir rob di Desa Gampong Belakang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (11/7/2020). Banjir rob tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga terendam. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.

memberikan pengaruh dalam peningkatan ketinggian muka air laut
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi dan banjir pesisir atau rob di sejumlah perairan Indonesia akibat faktor astronomis perigee dimana bulan berada di titik terdekat dengan bumi.

"Faktor astronomis perigee terjadi pada tanggal 21 Agustus 2020 dan ini memberikan pengaruh dalam peningkatan ketinggian muka air laut di wilayah Indonesia," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat.

Selain akibat dari faktor astronomis tersebut, terdapat pula faktor meteorologis berupa potensi gelombang tinggi yang diprakirakan mencapai 2,0 hingga 2,5 meter di Laut Jawa dan perairan utara Jawa.

Potensi gelombang tinggi ini juga dipengaruhi oleh embusan angin timuran atau musim kemarau yang persisten mencapai kecepatan hingga 20 knot atau 37 kilometer per jam sehingga ikut berperan terhadap peningkatan kenaikan tinggi muka air laut.

Ia mengatakan kombinasi dari kedua faktor tersebut dapat menyebabkan banjir pesisir pada periode 21 hingga 23 Agustus 2020 di wilayah utara Jawa.

Baca juga: BMKG: Waspadai potensi rob di pesisir selatan Jabar-Yogyakarta

Baca juga: BMKG: Waspadai potensi banjir rob di pesisir utara dan selatan Jawa


Kemudian perlu pula diwaspadai kecenderungan peningkatan gelombang signifikan pada 24 hingga 26 Agustus 2020 yang berkisar 2,5 hingga 4,0 meter di perairan barat Sumatera, Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar bagian selatan, perairan timur Sulawesi Tenggara, Samudra Hindia barat Sumatera hingga selatan Nusa Tenggara, Laut Banda dan Laut Arafuru.

BMKG mengimbau masyarakat terutama yang bermata pencarian dan beraktivitas di pesisir atau pelabuhan agar meningkatkan kewaspadaan dan upaya mitigasi terhadap potensi bencana rob dan gelombang tinggi.

Hal ini terutama untuk daerah-daerah pantai berelevasi rendah misalnya pesisir utara Jakarta, Pekalongan, Semarang, Demak hingga pantura Jawa Timur.

Baca juga: BMKG imbau warga pesisir waspadai banjir rob jelang supermoon terbesar

Baca juga: BMKG nyatakan hasil riset Unsyiah bisa saja terjadi di Banda Aceh

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BPBD Kota Pekalongan sebut 3 penyebab banjir belum surut

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar