Tahan virus corona, AS tambahkan pemeriksaan di perbatasan Meksiko

Tahan virus corona, AS tambahkan pemeriksaan di perbatasan Meksiko

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan bersama Kepala Patroli Perbatasan AS Rodney Scott saat mengelilingi bagian dinding perbatasan AS-Meksiko di San Luis, Arizona, Amerika Serikat, Selasa (23/6/2020). ANTARA FOTOREUTERS/Carlos Barria/AWW/djo

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat pada hari Jumat (21/8) menutup jalur di pelabuhan masuk tertentu di perbatasan dengan Meksiko.

Amerika Serikat juga akan melakukan lebih banyak pemeriksaan sekunder dalam upaya untuk membatasi perjalanan yang tidak penting dan penyebaran virus corona, kata seorang pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.

Perjalanan yang tidak penting telah dibatasi di perbatasan selama beberapa bulan, tetapi sebagian besar diterapkan untuk warga negara Meksiko.

Langkah-langkah baru tersebut tampaknya ditujukan untuk warga negara AS dan penduduk resmi yang tinggal di Meksiko.

"Sebagian besar perjalanan lintas batas oleh warga AS dan penduduk tetap yang sah adalah untuk tujuan yang tidak dianggap penting," kata juru bicara Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS El Paso Roger Maier.

Otoritas keamanan Amerika Serikat menemukan terowongan sepanjang 400 meter (1.300 kaki) yang belum selesai dibangun di bawah perbatasan AS dan Meksiko.

Aparat keamanan menyebut terowongan yang menjadi rute penyelundupan barang itu memiliki sejumlah fasilitas canggih, di antaranya ventilasi dan sistem rel.

Terowongan itu ditemukan oleh oleh agen federal, Selasa, di wilayah gurun dekat San Luis, Arizona, melalui penyelidikan yang dipimpin oleh Badan Penegakkan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) AS, kata lembaga tersebut dalam pernyataan tertulis, Jumat (7/8).

Otoritas setempat telah memetakan lokasi ratusan terowongan di perbatasan wilayah Southwest yang kerap digunakan oleh kartel dan organisasi kriminal untuk menyelundupkan narkoba, orang, dan senjata dari dan ke dua negara tersebut.

Sementara itu, Meksiko akan menerima sedikitnya 2.000 dosis calon vaksin COVID-19 buatan Rusia, yang disebut 'Sputnik V', untuk diuji coba di dalam negeri, kata pejabat tinggi Pemerintah Meksiko, Kamis (20/8).

"Meksiko ditawari sedikitnya 2.000 dosis vaksin untuk menjalani protokolnya untuk memulai pengujian di Meksiko, yang merupakan kabar baik sebab kami sekali lagi menunda waktu," kata Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard.

Pada Rabu (19/8), pemerintah Meksiko mengatakan kepada Moskow bahwa pihaknya ingin melakukan uji coba vaksin tahap 3, sebagai bagian dari upaya negara Amerika Latin itu untuk mengamankan pasokan awal obat ampuh guna mengendalikan pandemi COVID-19.

Pengujian massal vaksin COVID-19 Rusia untuk mengantongi persetujuan regulator domestik akan melibatkan lebih dari 40.000 partisipan dan akan diawasi oleh badan riset asing ketika dimulai pekan depan, kata pihak pendukung proyek tersebut, Kamis.


Baca juga: AS perpanjang larangan perjalanan di perbatasan Kanada, Meksiko
Baca juga: Trump memveto Kongres soal kedaruratan di perbatasan Meksiko
Baca juga: Pentagon kerahkan 3.750 tentara ke perbatasan Meksiko

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Data penyebaran COVID-19 masih fluktuatif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar