Diet sehat dengan konsumsi buah dan sayur fermentasi

Diet sehat dengan konsumsi buah dan sayur fermentasi

Ilustrasi - Yoghurt makanan fermentasi (Ist)

Jakarta (Antara) -- Kelebihan berat badan dan obesitas bisa memicu penyakit berbahaya. Diperlukan asupan diet yang tepat  untuk mengurangi risiko kelebihan berat badan dan obesitas  Menurut dr. Elvin Gultom, direktur klinik kesehatan dan kecantikan dari Rhed Clinic dan juga medical trainer menyatakan  bahaya overweight dan obesitas bisa menimbulkan penyakit seperti diabetes,jantung,stroke,hipertensi dan penyakit lainnya.

Elvin menjelaskan, pemicu  kelebihan berat badan  dan obesitas terjadi karena gaya hidup dan pola makan yang tidak seimbang antara asupan makanan dan aktivitas sehari hari, serta malas berolahraga.

“Jika sudah overweight, kurangi asupan kalori masuk sebanyak 500 kalori dan berolahraga teratur setidaknya tiga kali seminggu selama 30 menit agar berat badan bisa diturunkan sekitar 2-4 kilo dalam sebulan,” jelasnya.

Elvin melanjutkan, makanan penunjang diet atau suplemen dapat dikonsumsi, karena perannya bisa memaksimalkan atau membantu penyerapan makanan, menahan lapar, meningkatkan metabolisme basal atau melancarkan BAB.

"Seperti yang mengandung ekstrak buah dan sayur yang bisa membantu proses penyerapan, membantu kekebalan tubuh, dan membantu menyeimbangkan berat badan," tuturnya.

Ekstrak buah dan sayur digunakan oleh praktisi kesehatan terkemuka di Jepang, Dr. Keiichi Morishita. Penulis buku The Hidden Truth of Cancer and The Natural Medicine Diet Therapy ini sejak tahun 1965 menerapkan buah dan sayur yang difermentasi sebagai pola asupan diet untuk menjaga kesehatan.

Menurut Leonardo Wiesan, Co-Founder LiveWell Global, teknik fermentasi buah dan sayur ini berasal dari Jepang. Doktor Keiichi yang juga pendiri dari International Naturopathic Medical Society meneliti manfaatnya  untuk penerapan diet sehat.

“Makanan fermentasi mengandung banyak zat bermanfaat yang dihasilkan oleh enzim selama fermentasi, dan dengan mengonsumsi zat ini berkontribusi pada kesehatan dan kecantikan,” tutur Leonardo.

Metode ini pun diterapkan pada produk makanan penunjang kesehatan LiveWell Global, Cyanos Slimming yang fungsinya diutamakan untuk penurunan berat badan.

"Lebih dari ekstrak fermentasi 100 jenis sayur dan buah digunakan dalam komposisi Cyanos Slimming. Berdasarkan teori dari dr. Keiichi Morishita, khasiat fermentasi ekstrak  buah dan sayur ini bermanfaat sebagai anti kanker, membantu mengurangi kolesterol, memperbaiki sembelit, dan tentunya membantu menurunkan berat badan,” ujar Leonardo.

“Selain itu Cyanos Slimming juga mengandung AFA atau ganggang biru-hijau (tumbuh di danau Kalmath, Oregon, Amerika Serikat ) yang dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular dan penyakit perlemakan  hati non alkoholik, serta dilengkapi probiotik dan prebiotik untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan juga vitamin C.” jelas Leonardo.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Benarkah puasa intermiten metode diet paling efektif?

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar