Cuma dua calon perseorangan di Maluku penuhi syarat

Cuma dua calon perseorangan di Maluku penuhi syarat

Petugas KPPS menggunakan sarung tangan untuk hindari penyebaran COVID-19 menunjukkan contoh surat suara saat simulasi pemungutan suara pemilihan serentak 2020 di Jakarta, Rabu (22/7/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pras/aa.

Ambon (ANTARA) - Ketua KPU Maluku, Samsul Rifan Kubangun, mengakui hanya ada dua calon perseorangan alias calon independen di sana yang memenuhi syarat untuk turut dalam Pilkada 2020, yaitu dari Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

"Dari pemenuhan syarat jumlah minimal dukungan berdasarkan tahapan persiapan berkaitan dengan jumlah dukungan maka KPU kabupaten sudah melakukan rekapitulasi perbaikan," kata dia, di Ambon, Selasa.

Jadi pada tahap pertama yang belum memenuhi syarat jumlah minimal dukungan kemudian dua kali dilakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual pada 21 Agustus 2020 sehingga telah dilakukan proses rekapitulasi di tingkat kabupaten.

Menurut dia, dari situ terlihat ada tiga dari empat kabupaten yang memiliki calon perseorangan, dan khususnya untuk calon perseorangan dari Kabupaten SBT serta MBD memenuhi syarat jumlah minimal dukungan yang dipersyaratkan.

Sedangkan untuk calon perseorangan di Kabupaten Kepulauan Aru tidak memenuhi syarat minimal dukungan yang dipersyaratkan sesuai yang mereka sampaikan ke KPU kabupaten.

"Dari situ nanti menjadi satu proses lagi untuk melakukan pendaftaran calon pada masa pendaftaran pada 4-6 September 2020," ujarnya.

Untuk calon perseorangan formulir BA7 yang digunakan sebagai syarat pencalonan, sedangkan partai politik dan non parpol menggunakan formulir B.1-KWK.

Salah satu syarat calon adalah sehat jasmani dan rohani dan untuk memastikannya harus diperiksa kesehatan di rumah sakit yang sesuai tipenya.

Untuk empat kabupaten di Maluku yang akan melangsungkan pilkada serentak 2020 memang belum ada rumah sakit yang memadai sehingga KPU berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia, BNN provinsi dan Himpunan Psikiater Indonesia maupun RSUD dr M Haulussy di Ambon.

"Kami mendapatkan informasi bahwa seluruh tenaga medis dan peralatan di RSUD memenuhi standar, maka KPU kabupaten akan melakukan penetapan dan provinsi melakukan MoU dengan RSUD Haulussy untuk memeriksa kesehatan para calon dan nantinya diumumkan hasilnya tanggal 23 September 2020," ucap Samsul.

Pewarta: Daniel Leonard
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Maju jalur independen di Pandeglang, vokalis Jamrud serahkan berkas perbaikan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar