Warga Kediri temukan anak kucing hutan telantar lepas dari induknya

Warga Kediri temukan anak kucing hutan telantar lepas dari induknya

Kucing hutan Jawa atau macan rembah (Prionailurus Bengalensis) (Destyan Handri Sujarwoko)

Ditemukan pada 17 Agustus 2020 sekitar pukul 10.15 WIB
Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Seorang remaja di daerah Wates, Kediri, Jawa Timur, tidak sengaja menemukan seekor anak kucing hutan (prionailurus bengalensis) yang terlepas dari induknya dan masuk pemukiman warga.

Menurut keterangan Ketua Lembaga Edukasi Satwa CAKRA (Cinta Satwa dan Konservasi) yang berkedudukan di Tulungagung, Yuga Hermawan, Selasa, anak kucing hutan itu ditemukan warga bersembunyi di antara tumpukan kayu belakang rumahnya yang berlokasi di Desa Jetis, Kecamatan Wates.

"Ditemukan pada 17 Agustus 2020 sekitar pukul 10.15 WIB. Yang menemukan anak pemilik rumah bernama Agiel Putri Fauziah (23), diduga datang dari areal persawahan yang tak jauh dari situ," tutur Yuga.

Baca juga: Macan tutul dilepasliarkan di Gunung Sawal Kabupaten Ciamis

Baca juga: BKSDA Babel lepas liarkan kukang terancam punah


Sempat dirawat, pecinta satwa dari CAKRA yang mengetahui penemuan kucing hutan Jawa atau lebih dikenal dengan sebutan macan rembah yang masuk kategori langka dan dilindungi (appendix II) tersebut kemudian berinisiatif melakukan penyelamatan.

"Kami bersyukur saudara Agiel Putri yang menemukan kucing hutan Jawa yang sangat langka ini bersedia dengan sukarela menyerahkan satwa tersebut ke kami, untuk kami teruskan (diserahterimakan) ke BKSDA Kediri untuk dilakukan tindakan konrsevasi," katanya.

Penyerahan anak kucing hutan Jawa yang diperkirakan baru berusia tiga bulan itu dilakukan Les-CAKRA pada Selasa ini ke Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kediri, dengan diantar 10 pecinta satwa dari Tulungagung, Blitar dan Kediri.

Baca juga: BKSDA terima satwa kucing hutan dari warga Agam-Sumbar

Baca juga: Pemprov Babel apresiasi PT Timah bangun pusat penyelamatan satwa

 

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menyelamatkan gajah Sumatera terakhir di Rokan Hilir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar