Semarang (ANTARA News) - Tuan rumah PSIS berhasil memenuhi ambisinya untuk meraih angka penuh setelah menumbangkan tamunya, Persikab Kabupaten Bandung, 3-1 (2-0) pada pertandingan lanjutan Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Grup II di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat petang.

Pada pertandingan kedua tim yang disaksikan sekitar 10 ribu penonton tersebut berjalan dengan tempo yang cepat dan masing-masing kesebelasan memainkan sepak bola terbuka dengan saling melancarkan serangan ke daerah pertahanan masing-masing lawan.

Pada awal babak pertama sekitar 15 menit pertandingan dimulai, permainan lebih banyak didominasi tim asuhan pelatih Suharno (Persikab), sedangkan pemain-pemain tuan rumah terlihat terburu-buru untuk masuk ke jantung pertahanan lawan sehingga mereka lebih banyak melakukan kesalahan baik dalam kontrol maupun umpan ke sesama rekannya.

Tetapi setelah itu, permainan tim asuhan pelatih sementara M. Dhofir (PSIS) mulai bangkiat dan mereka lebih banyak melancarkan serangan dengan memanfaatkan kelemahan pemain Persikab di sayap baik kanan maupun kiri, dan sesekali pemain tuan rumah terlihat melancarkan serangan dari lini tengah dengan mengandalkan Yaris Riyadi dan Gustavo Chena.

PSIS mencetak gol pertama pada menit ke-40 melalui tendangan jarak jauh Gustavo Chena. Tendangan yang tidak terlalu keras dan tinggi itu tepat jatuh di sudut kanan kiper Persikab Dadang Sudrajat tanpa bisa diantisipasi oleh kiper dan pemain belakang lawan.

Kemudian gol kedua diciptakan oleh Cristiano Lopez pada menit ke-45 melalui sundulan kepala. Gol tersebut bermula setelah menerima umpan silang dari Iwan Hari Wahyudi kemudian disambut dengan sundulan kepala pemain asal Brasil dan gagal diantisipasi kiper Persikab.

Persikab mendapat peluang untuk memperkecil kekalahan tetapi tendangan bebas Abdul Aziz Dnibi yang keras dan cukup sulit itu berhasil ditepis kiper PSIS, Catur Nugroho meskipun kiper ini harus menjatuhkan badannya untuk menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Menjelang babak pertama usai, pertandingan kedua tim sempat terhenti sekitar dua menit karena pemain belakang PSIS, Eko Pujianto sempat menyundul dengan kepala pemain Persikab, Marwan Agung padahal saat itu mereka tidak sedang berebut bola.

Akibat tindakan ini, pelatih Suharno langsung mendatangi hakim gari dan melancarkan protes karena perlakukan Eko Pujianto membuat pemainnya jatuh terkapar. Protes tersebut langsung diikuti pemain dan ofisial Persikab tetapi wasit tetap menilai bahwa tindakan itu bukan merupakan pelanggaran.

Kemudian pertandingan dilanjutkan kembali meskipun ada perasaan tidak puas dari pemain dan ofisial Persikab atas putusan wasit yang tidak memberkkan peringatan atau bahkan kartu merah kepada pemain PSIS tersebut.

Pada babak kedua, kedua tim kembali menerapkan permainan terbuka dan tuan rumah PSIS hampir saja menambah kemenangan setelah upaya penyelematan pemain belakang Persikab, Handi Ramdan yang masuk menggantikan Lipede Peter Rorimi, membentur mistar gawang dan hanya menghasilkan tendangan pojok bagi PSIS.

Melalui serangan balik yang cepat, akhirnya Persikab berhasil memperkecil kekalahan menjadi 2-1 melalui gol yang dicetak Handi Ramdan pada menit ke-54. Gol tersebut terjadi setelah kapten mereka, Anwarudin menembakkan bola langsung ke gawang PSIS tetapi membentur badan pemain belakang tuan rumah dan mental kemudian langsung disambar tanpa ada pemain belakang tuan rumah yang bisa mengantisipasinya.

PSIS memperbesar kemenangan menjadi 3-1 melalui gol yang dicetak Imral Usman pada menit ke-67. Gol tersebut terjadi setelah mendapat umpan silang dari Cristiano Lopes ke depan gawang Persikab dan langsung disambut dengan sundulan kepala pemain bernomor punggung 8 (Imral Usman).

Tuan rumah sebenarnya berpeluang memperbesar kemenangan tetapi tendangan lambung Yaris Riyadi yang melewati kiper dan jatuh di bawah mistar gawang mereka langsung dihalau pemain pemain belakang Persikab.

Sampai pertandingan usai kedudukan tetap 3-1 untuk PSIS. Wasit Suharto dari Jakarta yang memimpin pertandingan ini mengeluarkan kartu kuning untuk Abdel Aziz Dnibi (Persikab) dan Eko Pujianto (PSIS).(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010