Gugus tugas Kalsel temukan 873 kasus baru COVID-19

Gugus tugas Kalsel temukan 873 kasus baru COVID-19

Suasana pemeriksaan swab test massal di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2020) ANTARA/Livia Kristianti

Terhadap warga yang dinyatakan positif, pemerintah akan segera melakukan tindakan untuk isolasi maupun karantina dalam rangka pengobatan
Banjarmasin (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan menemukan 873 kasus baru positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap massal yang dilaksanakan sejak 14 hingga 23 Agusutus 2020 pada 13 kabupaten dan kota.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalsel HM Muslim di Banjarbaru Selasa petang mengatakan, upaya tes usap massal yang dilakukan gugus tugas Pemprov Kalsel melebih target yang ditetapkan.

Baca juga: Tes usap massal dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Menurut Muslim, pihaknya menargetkan tes swab massal ini dilakukan kepada 10 ribu warga Kalsel, namun hingga 23 Agusutus, tes tersebut telah dilakukan kepada 12.032 orang atau tercapai 120,3 persen.

Dari 12 ribu orang lebih tersebut, sebanyak 11.558 spesimen telah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya sebanyak 873 spesimen atau 7,6 persen dinyatakan positif COVID-19.

Baca juga: 40 orang dinyatakan positif hasil swab massal di Banjarmasin

"Terhadap warga yang dinyatakan positif, pemerintah akan segera melakukan tindakan untuk isolasi maupun karantina dalam rangka pengobatan," katanya.

Dari jumlah kasus baru tersebut, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Hulu Sungai Tengah (HST), Barito Kuala dan Banjarbaru, merupakan daerah yang menyumbang kasus COVID-19 tertinggi dibanding daerah lainnya.

Baca juga: Puluhan dosen positif, BTKLPP tes usap massal lingkungan Kampus USU

Muslim mengungkapkan, dari jumlah yang terkonfirmasi positif tersebut, diyakini masih akan terus bertambah karena masih ada sebagian spesimen yang belum diperiksa.

Selain itu, sebanyak 915 orang masih dinyatakan suspek atau diduga COVID-19. Orang-orang tersebut juga akan menjadi sasaran untuk segera dilakukan tes swab.

Muslim mengungkapkan pelaksanaan swab massal atau swab masif, sebagai upaya untuk menemukan kasus COVID-19 yang tersembunyi di masyarakat, sehingga bisa dilakukan pencegahan terjadinya penularan.

Dari tes swab massal tersebut, hampir seluruh daerah, melaksanakan dengan cukup baik, bahkan rata-rata tes swab di masing-masing daerah mencapai 100 persen lebih.

Selain melakukan tes swab massal, kini pemerintah terus berupaya melakukan pencegahan dengan terus mengkampanyekan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

"Perubahan perilaku di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari juga terus dievaluasi, sehingga upaya pencegahan penyebaran COVID-19 bisa berjalan dengan maksimal," katanya.

Kini pemerintah, organisasi kemasyarakatan, perusahaan swasta dan terkait lainnya, hampir di seluruh kabupaten dan kota melakukan aksi pembagian masker, untuk mendukung agar masyarakat bisa melaksanakan protokol kesehatan.

Pewarta: Ulul Maskuriah
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Perketat prokes, Pemkot Malang terapkan sanksi bagi ASN yang abai

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar