Unud kembangkan produk olahan teh, untuk sistem imun hadapi COVID-19

Unud kembangkan produk olahan teh, untuk sistem imun hadapi COVID-19

Dosen Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Dr. I Made Agus Gelgel Wirasuta. ANTARA/HO-Humas Universitas Udayana.

imonustimulan jadi memacu efek sistem imun
Denpasar (ANTARA) - Universitas Udayana (Unud) Bali mengembangkan produksi olahan teh bernama "Seger Oger Corona Tea" (SOC Tea) yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh atau sistem imun selama masa pandemi COVID-19.

"SOC tea adalah teh yang berasal dari daun kelor dan daun ubi merah. Secara tradisional kedua daun ini telah dimanfaatkan sebagai bahan dasar teh yang berfungsi menjaga daya tahan tubuh. Banyak penelitian yang melaporkan kedua daun tersebut memiliki efek sebagai imunostimulan," kata Dosen Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Dr. I Made Agus Gelgel Wirasuta dalam keterangan pers yang diterima di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan bahwa teh ini memiliki komponen berupa daun kelor dan daun ubi merah. SOC tea memiliki beberapa varian rasa, yaitu rasa original, rasa tis dari daun metha, rasa anget dari jahe.

Baca juga: LIPI ciptakan kandidat obat herbal perkuat imunitas lawan COVID-19

Proses pembuatannya, yaitu dengan mengeringkan kedua daun ini hingga menjadi serbuk. Kedua daun dikeringkan dengan oven hingga kering, dan kandungan kadar airnya kurang dari 10 persen. Lalu, daun kelor dan daun ubi merah yang sudah kering dihaluskan atau diserbukkan, dicampurkan dan diramu dengan perasa dedaunan lain. Tahap terakhir yaitu melakukan pengemasan ke dalam kantong teh.

"Saat pandemi ini kita butuh pangan olahan yang memiliki efek sebagai imunostimulan. Kata SOC memiliki arti yaitu Seger Oger Corona. SOC tea bisa membantu kita menjaga daya tahan tubuh kita, sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai pencegahan penularan COVID-19," katanya.

Dr. I Made Agus Gelgel Wirasuta, mengatakan SOC Tea memiliki keunggulan yaitu bentuk ramuan pangan olahan yang dapat digunakan sebagai pencegahan penularan COVID-19, melalui peningkatan imunostimulan tubuh.

"Awalnya, saya banyak meneliti tentang ilmu untuk menurunkan kadar gula darah tapi problemnya hasil isolasi dari zat aktifnya tidak stabil sehingga mencari teknologi dan memperdalam lagi untuk stabil," katanya.

Baca juga: Empon-empon petani hutan dibeli KLHK untuk disalurkan ke tenaga medis

Menurut dia, saat pandemi muncul inovasi mendapatkan bahan alam untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan ternyata kelor melalui imonustimulan jadi memacu efek sistem imun di dalam tubuh.  "Ubi zat merah juga memiliki zat aktif antosianin dengan efek imunostimulan," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa daun ubi merah memiliki bagian senyawa aktif dalam proses berinterakasi dengan reseptor ACE2 untuk menghambat virus masuk ke dalam inti sel.

Saat ini, pengolahan SOC Tea akan menjalin kerja sama dengan dengan UKMK Made tea sebagai produk inovasi dan sudah dalam tahap pendaftaran izin edar di Badan POM Bali. Selain itu tim juga sedang dalam proses mencari target pasar untuk pemasaran dari SOC Tea.

Baca juga: BPOM: Jamu untuk tingkatkan imun tubuh bukan membunuh virus
Baca juga: Apa kabar penelitian obat herbal untuk COVID-19?


Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gelar operasi yustisi, Satgas COVID-19 Ternate jaring puluhan pelanggar prokes

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar