Magetan (ANTARA News) - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menilai ujian nasional (UN) masih merupakan metode terbaik sebagai standarisasi kelulusan tingkat sekolah.

"Selama ini pemerintah melakukan analisis terhadap berbagai metode evaluasi pendidikan yang digunakan sebagai standarisasi kelulusan tingkat sekolah mulai dari jenjang sekolah dasar, menengah hingga atas. UN masih dinilai paling banyak memiliki sisi positif," katanya di Magetan, Minggu.

Dalam tasyakuran HUT ke-66 Pesantren Sabilil Mustaqim (PSM) di PSM Pusat Takeran, Magetan, Jatim, Mendiknas mengatakan sisi positif UN antara lain terkait proses evaluasi sistem pembelajaran yang akan diterapkan kepada anak didik.

Menurut mantan rektor ITS Surabaya itu, penilaian UN sebagai metode terbaik itu dibandingkan dengan metode lainnya mulai dari metode ujian negara yang berlangsung pada tahun 1971 hingga 1972.

Setelah itu, metode berubah dengan dilakukannya ujian sekolah yang berlangsung dari tahun 1972 hingga 1992. Dalam metode itu, seluruh peserta ujian diketahui dapat berhasil lulus dengan nilai baik karena belum adanya standarisasi kelulusan.

Metode akhirnya diganti dengan Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas) yang merupakan kombinasi ujian negara dan ujian sekolah.

"Metode itu berlangsung dari tahun 1992 hingga 2002 yang masih memiliki kelemahan terkait nilai ujian dan nilai sekolah tiap mata pelajaran," kata mantan Menkominfo itu.

Hingga akhirnya muncul konsep ujian akhir nasional atau UAN yang saat itu memiliki standarisasi nilai ujian terhadap tiga mata pelajaran untuk masing-masing tingkat sekolah, dan terus berkembang sampai sekarang.

"Karena itu, UN akan jalan terus, meski saat ini sedang menghadapi pro dan kontra. Jangan sampai hanya karena permasalahan satu pohon, namun seluruh hutan ikut menanggung akibatnya," katanya.

Apalagi, katanya, berbagai persiapan untuk pelaksanaan UN tetap berlangsung hingga saat ini, di antaranya pembuatan soal, penggandaan soal, distribusi soal, hingga evaluasi.

Meski demikian, Mendiknas menampik kemungkinkan UN sebagai satu-satunya persyaratan kelulusan siswa. Ia menambahkan, terdapat beberapa persyaratan lain yang bisa menjadi acuan bagi seorang siswa untuk dinyatakan lulus atau tidak.

"Acuan itu antara lain siswa harus mengikuti seluruh program yang diselenggarakan sekolah tersebut, memiliki budi pekerti dan ahlak yang baik, lulus ujian lokal yang diselenggarakan masing-masing sekolah, serta lulus UN dengan standar kelulusan tahun 2010 adalah minimal 5,50," katanya.

Ia menambahkan hal terpenting bagi para pendidik saat ini adalah membantu siswa untuk menghadapi UN yang akan segera digelar pada beberapa bulan lagi.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010