Tekan pandemi COVID-19, Kaltim terapkan konsep 3T

Tekan pandemi COVID-19, Kaltim terapkan konsep 3T

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Hj dr Padilah Mante Runa, M.Si. MARS (kanan berjilbab). ANTARA/Arumanto/pri.

Kaltim mengalami peningkatan kasus positif COVID-19 yang signifikan, sebagai upaya untuk menekan tingginya kasus, kami terapkan 3T atau 'tracing', 'testing' dan 'treatment' di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Kaltim
Samarinda (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Hj dr Padilah Mante Runa, M.Si. MARS mengatakan bahwa  untuk menekan laju peningkatan kasus COVID-19 di wilayah setempat pihaknya menerapkan konsep 3T, yaitu "tracing", "testing" dan "treatment".

"Kaltim mengalami peningkatan kasus positif COVID-19 yang signifikan, sebagai upaya untuk menekan tingginya kasus, kami terapkan 3T atau 'tracing', 'testing' dan 'treatment' di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Kaltim," katanya di Samarinda, Kamis.

Ia menjelaskan "tracing" (penelusuran) adalah upaya bersama mendeteksi orang-orang yang berpotensi tinggi tertular virus dari pasien positif COVID-19. Upaya ini, melibatkan pemangku kepentingan, mulai tingkat kecamatan, kelurahan, RT dan puskesmas.

Sedangkan "testing" (pengetesan), diupayakan Gugus Tugas COVID-19 kabupaten dan kota didukung provinsi, yang dilakukan secara massal, termasuk wilayah perusahaan.

Menurut dia, semakin cepat pemerintah mampu menyelenggarakan uji cepat (rapid test) dan tes usap (swab) secara massal, upaya penanganan akan lebih cepat dapat dilakukan.

Ia mengakui sejak adanya 1.300 sample yang stagnan, tim Dinkes Kaltim telah melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan laboratorium PCR RSUD Parikesit Tenggarong, Laboratorium PCR Unmul, dan Laboratorium  PCR Klinik Tirta Derawan Berau.

Peningkatan kapasitas pemeriksaan juga dilakukan di laboratorium PCR pada UPTD, Laboratorium Kesehatan dan Laboratorium RSUD AWS. Juga, penambahan satu unit mobile laboratorium PCR COVID-19.

Sementara "traetment" (perawatan) bagi pasien COVID-19, pemda mengupayakan peningkatan jumlah ruangan isolasi rumah sakit dan menambah fasilitas pendukung.

"Namun, bagi pasien tanpa gejala dapat dilakukan isolasi mandiri di rumah. Selama memenuhi persyaratan dan standar," demikian Padilah Mante Runa.

Baca juga: Ada tambahan 86 kasus, positif COVID-19 di Kaltim jadi 2.369 orang

Baca juga: Dinkes: Ada 45 kasus tambahan positif COVID-19 di Balikpapan-Kaltim

Baca juga: Kaltim salurkan BLT Dana Desa kepada 53.723 keluarga terdampak corona


Pewarta: Arumanto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Patroli malam untuk tekan penyebaran COVID-19 di Kota Ternate

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar