PMI imbau jurnalis batalkan wawancara jika narasumber lepas masker

PMI imbau jurnalis batalkan wawancara jika narasumber lepas masker

Pengurus PMI Pusat Bidang Kesehatan dan Sosialisasi Heru Aryadi saat webinar Zoom tentang keselamatan jurnalis saat meliput di masa pandemi COVID-19. (Antara/HO/Humas PMI Pusat)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Pengurus PMI Pusat Bidang Kesehatan dan Sosialisasi Heru Aryadi mengimbau kepada seluruh insan pers atau jurnalis membatalkan wawancara jika narasumber melepas masker.

"Kita tidak tahu apakah narasumber tersebut benar-benar terbebas dari COVID-19 atau tidak, maka dari itu alangkah baiknya jurnalis meminta kepada narasumber untuk tetap menggunakan masker dan menjaga jarak saat sesi wawancara," katanya melalui sambungan telepon, Kamis.

Menurutnya. langkah ini sebagai salah satu upaya antisipasi dan pencegahan penularan virus yang vaksinnya masih dalam masa percobaan ini, karena seperti diketahui banyak pasien COVID-19 yang tidak menyangka dirinya tertular, sebab tidak merasakan gejala.

Kemudian baru tahu dirinya terinfeksi positif setelah menjalani pemeriksaan usap (swab) atau tes cepat (rapid test) COVID-19. Maka dari itu, sebagai jurnalis agar tidak mengambil risiko saat meliput langsung di lapangan, seperti diketahui saat ini sudah banyak wartawan yang terpapar virus ini dan berharap tidak ada lagi insan pers yang tertular.

Baca juga: Cegah COVID-19, PMI Jaksel salurkan wastafel ke masjid hingga pasar

Baca juga: PMI Kota Sukabumi disinfeksi terminal dan angkutan umum cegah COVID-19


Pihaknya mengetahui, bahwa tugas sebagai wartawan sangatlah berat di masa pandemi COVID-19 yang mengharuskan sebagian harus turun ke jalan untuk menjalan tugasnya, walaupun informasinya ada juga perusahaan media yang memerintah wartawannya kerja di rumah (WFH).

Sangat berisiko apalagi wilayah tugasnya berada di zona sangat rawan penularan atau zona merah, tentunya protokol kesehatan ketat harus dilakukan seperti agar tidak melepas masker selama di luar rumah, tetap menjaga jarak dan selalu berperilaku hidup bersih dan sehat minimal mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.

Selain itu, jika pulang ke rumahnya agar tidak langsung berhubungan atau mendekat ke keluarga, tapi pakaiannya segera rendam di air deterjen dan mandi untuk mencegah adanya virus yang menempel di tubuh.

Kemudian, selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi ditambah multi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi terpapar COVID-19.

"Kita belum tahu kapan berakhirnya pandemi ini, karena kurva sebaran setiap harinya terus bertambah, bahkan saat banyak tertular di ruangan tertutup khususnya rumah makan sebab saat makan masker pasti dibuka dan diduga penularan terjadi saat sedang makan bersama," ujarnya.

Heru mengatakan fungsi masker untuk pencegahan sangat penting, karena bisa menurunkan risiko penularan asalkan menggunakannya dengan benar. Di sisi lain, keberadaan jurnalis sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi tentang virus ini.

PMI pun mengapresiasi upaya para insan jurnalis untuk mencerdaskan dan menyadarkan masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan.*

Baca juga: Stok darah di PMI Medan menipis selama pandemi COVID-19

Baca juga: PMI sosialisasi keselamatan jurnalis saat meliput di masa pandemi

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Provinsi Kalimantan Barat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar