Jambi (ANTARA News) - Warga Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi, mengancam berdemonstrasi ke Pemprov Jambi karena kesal dengan pembangunan jalan ke daerahnya yang terkesan asal jadi dan sering rusak.

Pembangunan jalan di Kecamatan Batang Asai yang dibangun dari dana APBD Provinsi 2009 sudah banyak yang hancur, akibatnya beberapa barang pokok dan ongkos mobil menjadi naik beberapa kali lipat, kata koordinator Persatuan Eks Marga Sungai Pinang (PEMSP) Kecamatan Batang Asai Edi S di Jambi, Selasa.

Ia menjelaskan, akibat kerusakan jalan hasil perkebunan dan pertanian warga Batang Asai kini tidak bisa dibawa keluar dari kecamatan, bahkan warga kini harus beralih menggunakan perahu yang memakan ongkos dua kali lipat.

Pengeluaran yang semakin tinggi ini membuat warga mulai menjerit, karena itu warga akan berdemonstrasi ke Pemprov Jambi meminta pertanggunjawaban atas kerusakan jalan tersebut.

"Kita akan meminta Pemprov terutama Dinas PU agar memperbaiki jalan yang rusak akibat dikerjakan asal jadi itu, sudah berminggu-minggu warga Batang Asai mengeluhkan kondisi jalan yang ada saat ini," katanya.

Ia mempertanyakan kualitas jalan yang setiap tahunnya dibangun melalui dana APBD Provinsi, namun kenyataannya hingga kini tidak ada satupun jalan Batang Asai yang sudah dibangun itu utuh.

Kondisi di jalan tersebut cukup parah, terdapat lobang-lobang besar, padahal baru saja diaspal pada tahun 2009. Aspal jalan sudah banyak mengelupas yang terlihat hanya tanah liat yang membuat kendaraan tidak bisa melewatinya.

Edi berharap kepada anggota DPRD Provinsi Jambi, terutama dari daerah pemilihan Sarolangun jangan hanya terpaku duduk di gedung mewah tersebut, tapi juga mendengarkan jeritan rakyat Batang Asai yang sudah lama mendambakan jalan mulus ke ibukota Sarolangun.

Warga Batang Asai lainnya, Sofwan mengeluhkan kondisi jalan di daerahnya yang rusak parah.

Sofwan yang merupakan petani ini berharap agar pemerintah dan DPRD lebih serius memperhartikan kepentingan warga, terutama masalah jalan yang dari tahun ke tahun tidak pernah selesai.

"Hanya satu kebutuhan warga Batang Asai yang paling utama adalah jalan. Kalau jalan tidak bagus bagaimana hasil ekonomi kami mau dibawa dan dijual keluar," tambahnya.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010