Komorbid penyebab utama kematian pasien COVID-19 di Probolinggo

Komorbid penyebab utama kematian pasien COVID-19 di Probolinggo

Peta sebaran COVID-19 di Kabupaten Probolinggo (ANTARA/ HO - Diskominfo Kabupaten Probolinggo)

Akhir-akhir ini hampir setiap hari terjadi kasus orang terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal
Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan komorbid (penyakit penyerta) menjadi penyebab utama tingginya kasus kematian pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 di kabupaten setempat.

"Akhir-akhir ini hampir setiap hari terjadi kasus orang terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal dunia, sehingga angka kasus kematian akibat virus corona di Kabupaten Probolinggo semakin bertambah," kata Shodiq di Kabupaten Probolinggo, Jumat malam.

Jumlah warga terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupaten Probolinggo hingga Jumat malam tercatat sebanyak 425 orang atau bertambah delapan orang dari sebelumnya sebanyak 417 orang dengan keterangan 79 orang masih dirawat dan menjalani isolasi, kemudian 328 orang sembuh dan 18 orang meninggal dunia.

Baca juga: Tambahan 26 positif COVID-19 di Probolinggo didominasi karyawan pabrik

Baca juga: Puskesmas Glagah Probolinggo untuk sementara tidak layani rawat inap


"Hari ini ada tambahan delapan warga yang terkonfirmasi positif dan satu di antaranya meninggal dunia yakni laki-laki berusia 53 tahun yang merupakan warga Desa Gerongan, Kecamatan Maron," tuturnya.

Ia mengatakan kasus orang terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal dunia biasanya mereka mempunyai penyakit penyerta, sehingga memberatkan penyakitnya ketika orang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Seperti pasien warga Desa Gerongan karena yang bersangkutan sebelumnya datang ke RSUD Tongas dengan keluhan sesak napas, gagal jantung dan kencing manis, serta saat dilakukan pemeriksaan rontgen ada gambaran pneumonia," katanya.

Warga tersebut meninggal sebelum hasil pemeriksaan tes usapnya keluar, namun proses pemakaman tetap dilakukan dengan prosedur COVID-19 dan Satgas kini melakukan pelacakan terhadap kontak eratnya.

Baca juga: Pelayanan operasional RSUD Waluyo Jati Probolinggo ditutup tiga hari

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Probolinggo capai 82,75 persen


Menurut Shodiq, upaya-upaya yang akan dilakukan adalah dengan menemukan pasien dengan komorbid itu sedini mungkin sehingga kondisinya tidak terlalu berat dan bisa ditangani sedini mungkin.

"Nantinya puskesmas-puskesmas akan lebih giat lagi melakukan surveilans. Oleh karena itu masyarakat yang mempunyai komorbid jangan takut untuk berobat ke puskesmas apabila ada gangguan kesehatan," ujarnya.

Ia menjelaskan puskesmas akan melakukan surveilans sehari-hari ke depannya yakni surveilans terhadap pengunjung puskesmas yang memiliki gejala mirip COVID-19 dan surveilans terhadap kelompok rentan seperti lansia serta kelompok-kelompok yang menderita diabetes maupun penyakit-penyakit turunan lainnya.

Sementara itu, jumlah pasien positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh bertambah tujuh orang pada Jumat malam, sehingga total orang yang sembuh dari COVID-19 sebanyak 328 orang atau setara 77,18 persen dari total 425 orang yang terkonfirmasi positif.

Baca juga: Karyawan KTI Kota Probolinggo positif COVID-19 bertambah 11 orang

Baca juga: Delapan tenaga kesehatan di Kota Probolinggo sembuh dari COVID-19

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wakil Wali Kota Probolinggo meninggal akibat COVID-19, Gubernur Khofifah berbelasungkawa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar