Satgas: Aktivitas publik dibuka, COVID-19 di Papua Barat meningkat

Satgas: Aktivitas publik dibuka, COVID-19 di Papua Barat meningkat

Jubir Satgas COVID-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap (FOTO ANTARA/Toyiban)

Daerah-daerah yang semula hijau kini sudah terjangkit lagi, begitu pula daerah yang semula merah dan kembali hijau kini mengalami gelombang kedua. Di sisi lain, daerah yang sudah terpapar jumlah kasusnya juga terus meningkat
Manokwari (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah Provinsi Papua Barat pada Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 dr Arnoldus Tiniap mengemukakan bahwa kasus positif COVID-19 di daerah itu semakin meningkat setelah sejumlah aktivitas publik dibuka.

"Daerah-daerah yang semula hijau kini sudah terjangkit lagi, begitu pula daerah yang semula merah dan kembali hijau kini mengalami gelombang kedua. Di sisi lain, daerah yang sudah terpapar jumlah kasusnya juga terus meningkat," katanya di Manokwari, Senin.

Ia menyebutkan bahwa, saat ini angka konfirmasi positif COVID-19 di Papua Barat sudah mencapai 752 kasus. Dari jumlah itu, 13 orang di antaranya meninggal dunia dan 563 berhasil sembuh.

"Kota Sorong kasus meninggalnya paling tinggi di Papua Barat, sebanyak sembilan orang. Di Manokwari dua, Sorong Selatan dan Maybrat masing-masing satu," katanya.

Ia menyebutkan dari 13 kabupaten kota di Papua Barat tersisa dua daerah yakni Tambrauw dan Pegunungan Arfak yang belum melaporkan kasus positif. Pihaknya menginginkan pendisipilinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dipertegas.

"Sekarang bukan saatnya melakukan imbauan, masyarakat harus dipaksa untuk menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat itu, ya... kita semua, pendisipilinan harus lebih tegas demi keselamatan bersama," katanya.

Tiniap menjelaskan adaptasi kebiasaan hidup baru (AKB) atau "new normal" diterapkan pemerintah agar masyarakat tetap produktif. Di sisi lain pemerintah menginginkan masyarakat diharapkan menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan virus mematikan itu.

"Masalahnya, 'new normal' dipahami masyarakat sebagai kebebasan yang sebebas-bebasnya. Padahal, tidak boleh seperti itu, kita bebas beraktivitas tapi wajib menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Ia menjelaskan secara rinci data terkini kasus COVID-19 di Papua Barat meliputi Kota Sorong 389 kasus, Kabupaten Sorong 107, Manokwari 103,Teluk Bintuni 68, Teluk Wondama 25, Fakfak 23, Raja Ampat 19, Sorong Selatan 13, Kaimana 2, Manokwari Selatan 2, dan Kabupaten Maybrat satu.

"Angka kesembuhan kita cukup bagus, 74,9 persen, tapi perlu diketahui juga bahwa angka penularannya pun sudah semakin tinggi," demikian Arnoldus Tiniap.

Baca juga: Gubernur Papua Barat harap secara bertahap penerbangan kembali normal

Baca juga: Semua pasien sembuh, Raja Ampat-Papua Barat kembali ke zona hijau

Baca juga: Gubernur: Satu pejabat di Papua Barat positif COVID-19

Baca juga: Positif COVID-19 di Papua Barat didominasi usia produktif

Pewarta: Toyiban
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemerintah & MPR upayakan pendekatan kesejahteraan untuk Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar