Warga Muara Angke olah minyak jelantah jadi bio solar

Warga Muara Angke olah minyak jelantah jadi bio solar

Relawan menata plastik-plastik yang disetor warga di Bank Sampah Kampung Hijau yang menjadi program Sampah Tanggung Jawab Bersama (Samtama) di Cempaka Putih Timur, Jakarta, Jumat (21/2/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Kami mendapatkan bantuan dana tanggung jawab sosial dari sebuah perusahaan
Jakarta (ANTARA) - Warga Muara Angke mulai mengolah minyak jelantah menjadi bio solar di Bank Sampah Bahari, RW 011 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

"Kami mendapatkan bantuan dana tanggung jawab sosial dari sebuah perusahaan," kata Lurah Pluit, Rosiwan di Jakarta, Rabu.

Rosiwan menjelaskan bantuan mesin itu dimanfaatkan warga Muara Angke yang sebagian besar mata pencahariannya adalah nelayan.

Olahan minyak jelantah menjadi bio solar bisa digunakan sebagai bahan bakar kapal nelayan.

Rosiwan mengungkapkan saat ini, jumlah anggota Bank Sampah Bahari ada 485 orang. Mereka bisa menyetorkan minyak jelantah yang sudah tidak terpakai ke Bank Sampah Bahari untuk ditukar dengan minyak goreng kemasan ataupun bio solar.

Rosiwan juga menghimbau warga tetap menjaga kewaspadaan terhadap COVID-19 dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Baca juga: Bank sampah di Sunter Agung olah limbah kulit telur jadi lukisan
Baca juga: Warga Pulau Kelapa dan Harapan dilatih kelola bank sampah

Pewarta: Fauzi
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar