Sekitar 1.000 hektare sawah di Karawang terancam kekeringan

Sekitar 1.000 hektare sawah di Karawang terancam kekeringan

Areal sawah Karawang. (ANTARA/Ali Khumaini/dok)

Areal sawah yang terancam atau berpotensi kekeringan pada musim kemarau tersebar di delapan kecamatan.
Karawang (ANTARA) - Sekitar 1.000 hektare areal persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terancam kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

"Areal sawah yang terancam atau berpotensi kekeringan pada musim kemarau tersebar di delapan kecamatan," kata Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian setempat Edi Suryana kepada Antara di Karawang, Rabu.

Delapan kecamatan itu adalah Kecamatan Pangkalan, Tegalwaru, Pakisjaya, Batujaya, Cibuaya, Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, dan Kecamatan Banyusari.

Baca juga: Temanggung bentuk satgas bencana kekeringan

Ia mengaku sudah melakukan antisipasi agar musim kemarau tahun ini tidak mengakibatkan kekeringan yang berarti.

Pada musim kemarau ini pihaknya melakukan antisipasi dengan cara normalisasi saluran air, penambahan debit air dan penyiapan pompa air.

"Dengan upaya itu mudah-mudahan tidak terjadi kekeringan pada areal sawah yang sudah ada tanamannya agar tidak terjadi gagal panen," kata dia.

Baca juga: Sekitar 129.788 jiwa di Gunung Kidul terdampak kekeringan

Edi menyampaikan hingga kini belum ada laporan kekeringan areal sawah. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Perusahaan Jasa Tirta II Jatiluhur.

Kepala Dinas Pertanian Karawang Hanafi menyampaikan agar para petani bisa lebih efisien menggunakan air saat musim kemarau.

"Petani diharapkan menggunakan air seefisien mungkin sesuai dengan kebutuhan tanaman," kata dia.

Baca juga: Pakar: Upaya mencegah kekeringan perlu perencanaan matang

Para petani juga perlu bergotong-royong untuk memperbaiki saluran irigasi tersier. Tujuannya ialah agar air di saluran irigasi tersier tidak banyak terbuang.

"Semua upaya antisipasi kekeringan telah kami sampaikan kepada para petani agar mereka bisa lebih waspada," kata Hanafi. 

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Air waduk surut, warga manfaatkan lahan waduk untuk bercocok tanam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar