Pelni buka rute pelayaran kapal penumpang pesisir selatan Papua

Pelni buka rute pelayaran kapal penumpang pesisir selatan Papua

Kepala Cabang PT Pelni Timika, Dadang Rukmana (ANTARA/Evarianus Supar)

pelayaran kapal penumpang Pelni ke sejumlah pelabuhan di kawasan timur Indonesia termasuk di pesisir selatan Papua akan dilakukan mulai pertengahan September ini oleh KMP Tatamailau.
Timika (ANTARA) -  PT Pelni (Persero) akan kembali membuka rute pelayaran kapal penumpang untuk melayani pengguna jasa hingga ke kawasan pesisir selatan Papua.

Kepala Cabang Pelni Timika Dadang Rukmana di Timika, Kamis, mengatakan pelayaran kapal penumpang Pelni ke sejumlah pelabuhan di kawasan timur Indonesia termasuk di pesisir selatan Papua akan dilakukan mulai pertengahan September ini oleh KMP Tatamailau.

KMP Tatamailau akan melayani rute pelayaran dari Pelabuhan Bitung, Tidore, Sorong, Fakfak, Kaimana, Tual, Timika, Agats hingga Merauke dan sebaliknya.

"Sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh Kantor Pelni Pusat di Jakarta, KMP Tatamailau akan tiba di Pelabuhan Pomako Timika tanggal 15 September pukul 19.00 WIT dan akan berangkat ke Pelabuhan Agats Asmat pada hari yang sama pukul 21.00 WIT. Kapal yang sama juga akan kembali tiba di Pelabuhan Pomako Timika tanggal 21 September untuk melanjutkan pelayaran menuju Tual, Kaimana, Sorong, Tidore hingga Bitung," jelas Dadang.

Baca juga: Pelni operasikan penuh kapal penumpang mulai November

Sehubungan dengan itu, Kantor Pelni Cabang Timika telah merilis sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi para calon penumpang yang hendak menggunakan jasa pelayaran kapal Pelni saat hendak membeli tiket.

Persyaratan dimaksud antara lain membawa surat hasil rapid test terbaru yang berlaku untuk masa waktu 14 hari, penjualan tiket hanya dilayani di loket resmi Pelni Cabang Timika Jalan Kartini, menunjukkan surat rujukan dari rumah sakit bagi pasien yang akan melakukan pengobatan lanjutan di luar Timika.

Selain itu menunjukkan surat keterangan dari BPPMI atau surat keterangan dari perwakilan RI di luar negeri bagi penumpang berkewarganegaraan asing, memenuhi persyaratan yang diminta oleh pelabuhan tujuan, wajib mengisi form kartu HAC (health alert card) manual, pembelian tiket tidak dapat diwakilkan kepada orang lain serta menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak baik saat membeli tiket maupun saat keberangkatan.

Baca juga: Muatan kapal tol laut Pelni meningkat 300 persen Semester I 2020

Kantor Pelni Cabang Timika akan membuka penjualan tiket pelayaran KMP Tatamailau tujuan Agats Asmat pada 13 September, sementara untuk tiket tujuan Tual hingga ke Bitung dibuka mulai 14 September.

"Kami mempertimbangkan jangka waktu berlakunya rapid test yang hanya 14 hari, dimana KMP Tatamailau akan sandar di Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara pada 28 September," jelas Dadang.

Untuk pelabuhan yang disinggahi KMP Tatamailau tersebut, terdapat dua kota yang belum memberikan izin untuk keberangkatan dan kedatangan penumpang yaitu Pelabuhan Merauke dan Pelabuhan Fakfak.

Meski demikian, KMP Kokonao tetap menyinggahi kedua pelabuhan itu untuk kepentingan pengangkutan logistik.

Baca juga: Luhut tekankan pentingnya sinergi data dan informasi kelautan

Selain itu, khusus di Pelabuhan Agats Asmat, penumpang yang diizinkan turun hanya yang ber-KTP Asmat atau memiliki zurat izin keluar masuk ke wilayah itu dari Pemkab setempat.

Selain KMP Tatamailau, sejumlah pelabuhan di kawasan pesisir selatan Papua sebelumnya juga dilayari oleh KMP Leuser dan KMP Sirimau.

Dadang mengatakan jadwal pelayaran kedua kapal tersebut akan menyusul kemudian.

Pihak Pelni Cabang Timika akan menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait seperti Kantor Urusan Pelayanan Pelabuhan Pomako, Pemkab Mimika dalam hal ini Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terkait dibukanya kembali pelayaran kapal Pelni di Pelabuhan Pomako Timika.

"Bagi masyarakat yang akan mempergunakan transportasi kapal Pelni, kami mengimbau agar memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku secara nasional maupun yang diterapkan di pelabuhan tujuan supaya saat keberangkatan tidak ada masalah," kata Dadang.

Pelayaran kapal penumpang Pelni ke berbagai pelabuhan di wilayah timur Indonesia, khususnya di pesisir selatan Papua termasuk Pelabuhan Pomako tidak beroperasi sejak akhir Maret setelah pandemi COVID-19 mulai melanda sejumlah daerah di kawasan timur Indonesia.

Beberapa kali kapal Pelni masih diizinkan melayari rute-rute di kawasan timur Indonesia, termasuk di pesisir selatan Papua khusus untuk mengangkut logistik barang.

 

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar