Satgas sebut upaya tekan penyebaran COVID-19 buahkan hasil

Satgas sebut upaya tekan penyebaran COVID-19 buahkan hasil

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menyebut dalam 6 bulan melawan pandemi, sejumlah upaya dan kebijakan yang dilakukan pemerintah telah membuahkan hasil dalam menekan persebaran COVID-19. ANTARA/Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden.

Pemerintah telah menambah jumlah laboratorium testing, dari 1 menjadi 300 lebih di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut dalam 6 bulan melawan pandemi, sejumlah upaya dan kebijakan yang dilakukan pemerintah telah membuahkan hasil dalam menekan persebaran COVID-19.

Wiku Adisasmito saat menjawab pertanyaan media dalam jumpa pers di Kantor Presiden Jakarta, Kamis, memaparkan sejumlah pencapaian seperti mengeluarkan kebijakan sistem zonasi guna melakukan penetapan dan pengendalian wilayah.

Zona yang dibuat merujuk pada sistem kebencanaan yaitu zona merah mewakili darah berisiko tinggi, zona oranye mewakili daerah berisiko sedang, zona kuning mewakili daerah berisiko rendah, dan zona hijau mewakili daerah tidak terdampak atau tidak ada kasus.

Baca juga: Keterpakaian tempat tidur RS di Indonesia melonjak Agustus-September

"Pemerintah juga telah menambah jumlah laboratorium testing, dari 1 menjadi lebih dari 300 laboratorium di seluruh Indonesia, dari 12 kementerian lembaga yang berbeda," katanya.

Demikian juga rumah sakit rujukan kini telah berkembang lebih dari 800 rumah sakit baik di tingkat nasional, maupun tingkat provinsi," lanjutnya.

Dari hasil pencapaian, persentase kasus aktif nasional cenderung menurun, di mana per-Agustus 2020, sudah mencapai 23,64 persen dari persentase sebelumnya 91,26 persen pada Maret 2020.

Baca juga: Satgas Pusat apresiasi penerapan jam malam di Depok dan Bogor

"Pada persentase kematian pun cenderung menurun setelah mencapai puncaknya pada April 2020, yaitu 8,64 persen menjadi 4,47 persen pada Agustus," lanjutnya.

Persentase kesembuhan nasional juga cenderung meningkat pada bulan Agustus mencapai 72,17 persen dari hanya 3,84 persen pada Maret 2020.

Lalu dari aspek inovasi, pemerintah mendorong produksi alat pelindung diri dan alat-alat medis lainnya buatan Indonesia dengan bahan baku 100 persen dari Indonesia yang memenuhi standar internasional AATCC 42 dan ISO serta ASTM.

"Kedua, Inovasi bidang lain membuat ventilator buatan Indonesia yang telah teruji klinis dengan baik. Yang ketiga, telah memproduksi masker kain, dengan kemampuan filtrasi setara masker bedah dan bisa digunakan ulang. Serta mengembangkan vaksin dalam negeri melalui konsorsium Eijkman dan Biofarma, yaitu vaksin Merah Putih," ujarnya.

Baca juga: Kota Tangerang kembali jadi zona merah penyebaran COVID-19

Target ke depan dalam penanganan COVID-19 yang rentan, yaitu melindungi yang rentan, penderita komorbid, lanjut usia, termasuk tenaga kesehatan.

Selain itu menekan kasus aktif meningkatkan kesembuhan, dan menurunkan kematian, lalu meningkatkan testing, “tracing” dan “treatment”, melakukan vaksinasi dan meningkatkan ketersediaan reaagent, PCR dan alat pelindung diri, melakukan sosialisasi secara masif menggunakan SDM nasional, meningkatkan perubahan perilaku untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Dan meningkatkan interoperabilitas data agar kemampuan kita melihat perkembangan yang ada dengan kasus COVID-19 ini agar cepat dimonitor," katanya.

Baca juga: COVID-19 di Indonesia tambah 3.622 jadi 184.268 kasus

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tekan kasus COVID-19, Satgas Ternate gencar patroli malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar