Palang Merah Remaja calon sukarelawan masa depan, sebut PMI

Palang Merah Remaja calon sukarelawan masa depan, sebut PMI

Kepala Divisi Palang Merah Remaja (PMR) dan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Exkuwin. (FOTO ANTARA/dok.pribadi)

PMR bukan menjadi pelaku saat ini, namun merupakan calon sukarelawan masa depan
Jakarta (ANTARA) - Kepala Divisi Palang Merah Remaja (PMR) dan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Exkuwin mengatakan PMR adalah calon sukarelawan masa depan yang ditanamkan karakter kepalangmerahan agar kelak selalu memiliki cinta kasih dan tolong menolong antarsesama.

"PMR bukan menjadi pelaku saat ini, namun merupakan calon sukarelawan masa depan," katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Dengan diberikan pemahaman tentang kepalangmerahan serta kemanusiaan, kata dia, maka meskipun mereka tidak menjadi sukarelawan PMI ke depannya, namun dalam tubuh dan jiwanya akan terus melekat bahwa mereka pernah belajar kasih sayang sesama manusia, rasa tolong menolong serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Exkuwin mengatakan fokus utama dalam melatih PMR ialah menciptakan karakter mereka yang mampu menjadi seorang pendidik sebaya sehingga diharapkan mereka dapat memengaruhi teman-teman sebayanya dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki khususnya isu-isu kesehatan.

Hal itu termasuk pula berguna dalam menjadi pendidik sebaya terkait kondisi pandemi COVID-19 saat ini. Oleh sebab itu, ia berharap PMI di daerah tetap terus melakukan perekrutan kader serta menjalankan proses pelatihan PMR di masa pandemi.

"Gunanya ialah agar masih tetap banyak muncul bibit-bibit atau insan muda sebagai sukarelawan di masa yang akan datang," ujarnya.

Di samping itu, ia mengingatkan apapun kegiatan PMR yang saat ini berada di usia sekolah diharapkan tetap memerhatikan protokol kesehatan, baik itu terkait aktivitas sekolah ataupun dalam melakukan ekstrakurikuler kepalangmerahan.

Sebab walau bagaimanapun, kata dia, mengabdi dalam dunia kepalangmerahan saat ini tidak boleh hanya mengutamakan heroisme dan kemudian melupakan faktor keamanan, kesehatan serta keselamatan.

"Hal ini tidak hanya berlaku bagi PMR tapi juga relawan PMI. Silahkan mengabdi pada kemanusiaan, tapi harus tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan sebab kita harus tetap sehat untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat," demikian  Exkuwin.

Baca juga: PMI sebut pandemi momentum kaum muda mengasah jiwa kemanusiaan

Baca juga: PMR Garut ciptakan replika pendeteksi longsor dan banjir

Baca juga: 4.700 anggota PMR Cianjur dilatih "ayo siaga bencana"

Baca juga: Ketua PMI Banten sambut PMR Korea Selatan

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bakti sosial PMI bagikan kacamata kesehatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar