Dirjen : Perikanan budidaya ujung tombak Lumbung Ikan Nasional

Dirjen : Perikanan budidaya ujung tombak Lumbung Ikan Nasional

Dokumentasi- Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto memperlihatkan udang galah hasil panen perdana budidaya sistem udang galah, koi dan padi (Ugakodi) di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT)-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Sukabumi, Jawa Barat. (ANTARA News) (1)

bisa kolaborasi dengan daerah bagaimana komoditas ini bisa dikembangkan secara masal di masyarakat guna mendukung LIN
Jakarta (ANTARA) - Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menyatakan perikanan budidaya harus menjadi ujung tombak dalam produksi sektor kelautan dan perikanan Nusantara guna mendukung program Lumbung Ikan Nasional.

"Saya memastikan perikanan budidaya harus jadi ujung tombak bagaimana menjamin suplai ikan nasional," kata Slamet Soebjakto dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Slamet memaparkan, ujung tombak guna memasok produksi perikanan antara lain melalui program Lumbung Ikan Nasional di Provinsi Maluku.

Menurut dia, pihaknya kini fokus kepada pengembangan budidaya di Maluku sebagai bentuk komitmen KKP merealisasikan Lumbung Ikan Nasional.

Melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, lanjutnya, KKP telah siap mendukung dari sisi inovasi teknologi, pengembangan varian komoditas dan pendampingan teknologinya.

Slamet menambahkan, Maluku cukup strategis dari sisi geografis dan bisa menjadi HUB bagi daerah lain yang merupakan basis sumber daya ikan, termasuk hasil budidaya.


Baca juga: KKP siapkan SDM andal wujudkan lumbung ikan nasional

Baca juga: Edhy Prabowo : KKP serius kembangkan sektor kelautan Ambon



"Kita bisa saksikan berbagai keberhasilan inovasi teknologi BPBL dalam memproduksi komoditas unggulan. Saya kira, nanti bisa kolaborasi dengan daerah bagaimana komoditas ini bisa dikembangkan secara masal di masyarakat guna mendukung LIN Maluku," tegas Slamet.

Senada, Kepala BPBL Ambon, Nur Muchjianto, mengaku siap melakukan diseminasi ke masyarakat atas sejumlah inovasi yang dihasilkan.

Nur Muchjianto memaparkan, komoditas tersebut di antaranya, ikan bubara, ikan hias, kerapu, rumput laut, kakap putih dan jenis unggulan lainnya.

"Ini yang akan terus kita dorong agar berkembang juga di masyarakat," katanya.

Selain itu Anto memastikan BPBL kapasitas produksi BPBL Ambon bisa mencapai 3.000.000 ekor benih per tahun.

Beberapa keberhasilan yang telah mampu dilakukan seperti kegiatan pembenihan ikan bubara secara Massal dan yang pertama di Indonesia yakni dengan kapasitas produksi benih ikan bubara saat ini mencapai 75.000 ekor/tahun.

BPBL Ambon juga berhasil memproduksi 25 varian ikan hias clownfish dan saat ini merupakan salah satu komoditas andalan ekspor ikan hias laut yang memiliki harga jual yang tinggi.

Komoditas lainnya yakni ikan kakap putih, dengan kapasitas produksi 2,5 juta ekor benih per tahun. Saat ini tengah dilakukan perekayasaan untuk pengembanganya di air tawar.


Baca juga: Dirjen KKP: Pakan ikan mandiri salah satu prioritas

Baca juga: KKP ingin jutaan pembudidaya ikan tersertifikasi

Baca juga: Menteri Kelautan dan Perikanan dukung Maluku jadi lumbung ikan

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemprov Kalsel dukung pengembangan budidaya ikan haruan berskala besar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar