Suu Kyi batalkan kampanye pertamanya karena pandemi

Suu Kyi batalkan kampanye pertamanya karena pandemi

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi memberikan penghormatan kepada almarhum ayahnya dalam upacara untuk memperingati 73 tahun Hari Martir di Yangon, Myanmar (19/7/2020). ANTARA/REUTERS/Pool/Ye Aung Thu/aa.

Yangon (ANTARA) - Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi yang mencalonkan diri kembali untuk pemilihan umum, membatalkan kampanye perdananya, Senin, karena wabah COVID-19 kian memburuk di dalam negeri.

Myanmar melaporkan 100 kasus positif COVID-19 baru, Minggu (6/9), angka terbesar sejak pasien pertama ditemukan pada Maret 2020. Sementara itu hari ini, pemerintah menemukan 45 kasus COVID-19 baru hanya dalam waktu 24 jam.

Suu Kyi, yang saat ini menjabat sebagai Penasihat/Konselor Negara, dijadwalkan, Selasa (8/9) akan berkampanye menemui langsung para pemilihnya, di Yangon, salah satu pusat dagang di Myanmar.

Otoritas setempat menetapkan hari pertama untuk kampanye, Selasa, sementara pemilu dijadwalkan berlangsung pada 8 November.

Namun, lewat tayangan di media sosial Facebook, Suu Kyi mengatakan menteri kesehatan menganjurkan agar ia membatalkan rencana kampanyenya.

Suu Kyi mengatakan menteri kesehatan merupakan orang paling berkuasa selama pandemi sehingga tiap orang wajib mematuhi instruksi kementerian.

Juru bicara Liga Nasional untuk Demokrasi, partai yang saat ini berkuasa di Myanmar, belum menanggapi pertanyaan terkait isu tersebut.

Myanmar sempat bebas penularan lokal selama beberapa minggu sampai pertengahan Agustus. Otoritas kesehatan setempat saat itu melaporkan klaster penularan baru di Rakhine.

Sejak saat itu, jumlah pasien positif naik lebih dari dua kali lipat jadi 1.464 orang dan delapan di antaranya meninggal dunia.

Seorang staf yang bekerja untuk Suu Kyi di kediamannya, Yangon, positif tertular COVID-19 minggu lalu. Suu Kyi pada Senin mengatakan ia prihatin mendengar kabar tersebut.

Sejumlah dokter mengaku khawatir wabah dapat kian memburuk mengingat kurangnya fasilitas layanan kesehatan yang lama tak terurus saat Myanmar dikuasai oleh junta militer.

Sumber: Reuters
Baca juga: Aung San Suu Kyi nyatakan ikut pemilu untuk masa jabatan kedua
Baca juga: Mahkamah Internasional akan keluarkan putusan soal Myanmar
Baca juga: Suu Kyi tolak tuduhan genosida terhadap Rohingya


Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar