PON 2020 Papua

KONI Sulteng sumbang uang transport untuk atlet lolos PON

KONI Sulteng sumbang uang transport untuk atlet lolos PON

Sekretaris KONI Sulteng, Syafei Datupalinge menyerahkan suplemen dan uang transport atlet dan pelatih cabang yang lolos ke PON XX di Papua 2021. (Foto Antara/Anas Masa). (Antara/Anas Masa)

Palu (ANTARA) - KONI Provinsi Sulawesi Tengah memberikan suplemen untuk meningkatkan stamina dan gizi serta uang transportasi kepada atlet dan pelatih cabang olahraga yang lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua Oktober 2021.

Suplemen dan uang transport itu diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris KONI Sulteng Syafei Datupalinge kepada salah seorang pelatih cabang olahraga paralayang Asgaf Umar di Kantor KONI Sulawesi Tengah di Palu, Selasa.

Syafei menjelaskan pemberian suplemen dan dana transport itu bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah/Pemprov Sulteng.

Ia mengatakan Pemprov Sulteng peduli kepada atlet dan pelatih yang pasti terdampak pandemi COVID-19.

Semua atlet dan pelatih yang lolos pra dan PON XX mendapatkan bantuan ini.

Syafei menjelaskan ada 22 cabang olahraga yang lolos prakualifikasi PON. "Tetapi hanya 18 cabang diantaranya yang ditetapkan panitia pelaksana PON XX untuk dipertandingkan pada event empat tahun sekali itu," kata dia.

Panitia pelaksana PON XX hanya melombakan 37 dari 48 cabang olahraga yang dipertandingkan di PON XX. Sebanyak 10 cabang tidak dipertandingkan pada PON Papua itu.

Baca juga: KONI Papua terus pantau kesehatan atlet PON selama pandemi

Empat dari 10 cabang yang tidak dipertandingkan itu adalah cabang unggulan Sulteng, yakni tenis meja, petanque, gateball, dan balap sepeda. 

"Memang sebenarnya sangat merugikan bagi Sulteng. Apalagi cabang gateball memiliki catatan prestasi bagus di iven internasional," kata Syafei. "Kita dengan sangat berat hati harus merelakannya."

Jumlah atlet yang mendapatkan suplemen dan dana transport di Sulteng sebanyak 61 atlet dari 18 cabang olahraga yang dipastikan berlaga pada PON XX dan 30 atlet dari empat cabang lolos prakualifikasi PON, tetapi tidak dipertandingkan pada PON XX sekitar 30 atlet.

Ke-30 atlet itu berasal dari cabang tenis meja, petanque, sepatu roda dan gateball.

Pelatih paralayang Agaf Umar, di sela-sela penyerahan suplemen dan uang transport atlet dan pelatih, menyambut gembira dan memberikan apresiasi kepada Pemprov Sulteng dan KONI daerah ini atas perhatian dan kepedulian kepada atlet dan pelatihnya.

"Terus terang ini sangat mendorong bagi atlet sendiri dan pelatih untuk terus meningkatkan pembinaan dan prestasi demi mengharumnkan nama daerah di berbagai iven yang diselenggarakan baik di dalam maupun luar negeri," kata Asgaf yang juga ketua KONI Kabupaten Donggala dan anggota DPRD Donggala itu.

Hal senada disampaikan atlet dayung Rio Sulteng Riski Darmawan yang menjalani latihan di Pelatnas .

Dia mengapresiasi pemerintah daerah dan KONI Sulteng itu yang disebutnya menambah semangat untuk terus meningkatkan prestasi, termasuk pada PON Papua nanti.

Baca juga: 217 bus siap digunakan untuk PON Papua 2021
Atlet dayung Sulawesi Tengah yang siap berlaga di PON XX Papua 2021 (Foto Antara/Anas Masa). (Antara/Anas Masa)




 

Pewarta: Anas Masa
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tak dapat izin keramaian, peresmian Venue PON XX akan secara virtual

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar