Olahraga yang bisa dilakukan selama pandemi COVID-19, menurut pakar

Olahraga yang bisa dilakukan selama pandemi COVID-19, menurut pakar

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (FIK UNP) Dr. Umar, MS., AIFO di Padang, Rabu (8/9). (antarasumbar/Istimewa)

Yang bagus itu gabungan keduanya sehingga dari sistem kardionya kita bagus, sistem otot dan organ lain juga bagus
Padang (ANTARA) -  Olahraga yang bisa dilakukan selama pandemi COVID-19 menurut pakar olahraga dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang adalah beberapa jenis olahraga kardio atau aerobik dan anaerobik yang bisa dilakukan di rumah.

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang Dr. Umar, MS., AIFO di Padang, Rabu, menyebutkan bahwa olahraga yang baik saat pandemi untuk golongan kardio atau aerobik adalah jalan, joging, bersepeda, yoga dan senam aerobik.

“Olahraga kardio atau aerobik ini sangat baik dilakukan karena lebih meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru,” katanya.

Baca juga: Bersepeda aman saat pandemi COVID-19

Ia menjelaskan untuk olahraga seperti jalan, joging dan bersepeda bisa dilakukan di rumah saja dengan menggunakan alat treadmill dan ergocicle karena akan lebih aman dan kecepatannya pun bisa diatur sehingga lebih aman.

Begitu pun dengan olahraga yoga yang lebih mengarah ke sistem pernafasan dengan mengatur tarikan nafas panjang dan membuang nafas panjang. Keuntungannya adalah secara psikologis bisa membuat kita lebih fokus.

“Untuk senam aerobik cukup dilakukan di rumah saja dengan membuka video senamnya di youtube lalu kita ikuti saja gerakannya,” tambah dia.

Baca juga: Cara aman lansia aktif di masa pandemi corona

Kemudian untuk jenis olahraga anaerobik atau diartikan olahraga yang intensitasnya tinggi dan lebih melatih otot-otot tertentu saja. Contoh olahraga yang bisa dilakukan di rumah adalah skipping atau lompat tali kemudian olahraga angkat beban.

Ia menerangkan manfaat dari olahraga aerobik itu lebih mengutamakan sistem kardiovaskular yakni jantung, paru, dan sirkulasi karena dengan intensitasnya rendah waktu latihannya juga lama tapi kalau anaerobik umumnya berguna untuk melatih otot-otot lokal atau spesifik.

“Yang bagus itu gabungan keduanya sehingga dari sistem kardionya kita bagus, sistem otot dan organ lain juga bagus,” katanya.

Ia menyarankan waktu yang baik melakukan aktivitas olahraga adalah pagi hari atau setelah shalat subuh sebab udara masih segar. Kemudian untuk durasinya paling bagus adalah satu hingga 1,5 jam tapi harus intensif.

Baca juga: Dokter ungkap mitos-fakta berolahraga saat pandemi COVID-19

Pewarta: Laila Syafarud
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tidak berolahraga saat pandemi, ini risikonya!

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar